Terbelenggu oleh rasa yang mengikatnya pada seseorang di masa lalu, dan bayang-bayang akan kenangan indah bersama seseorang di masa lalunya memaksa Davina membangun dinding pembatas antara dirinya dan orang-orang yang berada disekitarnya, juga terha...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Pagi Bunda..., Davina izin ya, mau jogging ke taman komplek" pamit Davina pada bundanya.
"Eh, katanya mau pergi sama Naufal, gak jadi?" tanya Alina
"Davina jogging sebentar,Bun. Naufal juga ke sininya nanti jam sepuluh,"
"Ya udah sana, jangan lama-lama, nanti kamu bantuin bunda bikin kue buat Oma-nya Naufal, Bunda mau ke pasar dulu beli bahannya,"
"Siap komandan! kalo gitu Davina pergi ya, Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Davina berlari kecil menuju taman dekat komplek perumahannya, sesampainya disana, taman yang biasanya sepi telah ramai oleh orang-orang yang tengah menikmati minggu paginya.
Davina mulai jogging memutari taman, sambil sesekali tersenyum ketika berpapasan dengan orang-orang yang menyapanya. Ketika dirasa sudah cukup Davina duduk meluruskan kakinya sambil menyeka keringat yang bercucuran di dahinya.
Tiba-tiba seorang anak laki-laki menghampirinya dan memberikan sebotol air mineral kepada Davina
"Kakak cantik! ini air buat kakak,"
"Eh..., ini buat Kakak?" tanya Davina terkejut lalu di jawab anggukan oleh anak tersebut.
"Nama kamu siapa?" tanya Davina lembut.
"Aku Ley kak" jawab anak laki-laki tersebut yang kira-kira usianya 4 tahun.
"Oh, Ley"
"Bukan Kak! Nama aku Ley" Davina mengernyit bingung.
"Oh Rey, ya?" Tanya Davina. Anak itu menangguk lalu duduk di dekat Davina.
"Kesini sama siapa? orang tuanya kemana?" tanya Davina karena tidak melihat pendamping Rey.
"Kata oma, tuhan sayang sama orangtua Ley, makanya mereka dibawa tuhan tinggal di atas sana" ucap Rey menunjuk keatas awan. Davina terkejut mendengar bahwa orang tua Rey sudah tidak ada.
"Mm..., Rey kesini sama siapa? Trus ini air dari siapa?" tanya Davina sambil memangku Rey.
"Rey kesini sama Kak Nan, air itu juga dari Kak Nan" jawab Rey