"Mau dicoba seberapa keraspun kalau masih sayang bakalan susah yang namanya ngelupain mantan."
•••••Vania berjalan di antara rak-rak buku tinggi yang kokoh berdiri di samping kanan dan kirinya. Bola matanya berusaha mencari sebuah buku. Jari Vania menyisir setiap buku yang berjejer rapih, sesekali ia mengeluarkan buku dari tempatnya. Memastikan apakah dia yang Vania cari.
"Ketemu!" Vania memeluk buku itu sambil tersenyum puas.
'Cara jitu untuk move on dari mantan'
Begitulah judul yang tertulis pada cover buku yang Vania pegang.Vania berjalan menuju ruangan baca yang berada di pojok perpustakaan. Ia sengaja menghindar dari yang lain. Vania khawatir kalau saja orang lain melihat dia membaca buku ini.
Vania membukanya. Lembar demi lembar ia baca dengan teliti.
Tips pertama :
☑ Cari pacar baru"Kata buku ini, dengan kita memiliki pasangan baru, kita akan disibukkan dengan pasangan baru kita. Sehingga kesempatan untuk memikirkan mantan presentasinya menjadi kecil." gumam Vania sambil mengangguk-anggukan kepalanya.
Vania berhenti membaca sejenak. Kedua bola matanya memandang langit-langit perpustakaan. Ia sedang memikirkan tentang hal yang baru saja ia baca. Pacar baru? Sebenarnya Vania sudah memilikinya. Bahkan tunangan.
"Ya! Charlie, sepertinya aku harus mencoba membuka hati untuknya," ucap Vania.
"Iya gue ada disini." ucap seorang laki-laki yang mengejutkan Vania.
"Charlie? Sejak kapan?" tanya Vania yang melihat Charlie berdiri sambil bersandar pada rak buku yang tinggi.
"Dari tadi kok, ini lagi dengerin kamu baca buku itu." ucap Charlie sambil mendekati Vania dan kemudian duduk disampingnya.
Menyadari Charlie yang duduk terlalu dekat disampingnya, Vania kemudian berpindah tempat. Namun Charlie tetap saja mengikutinya.
"Jangan deket-deket Charl, malu diliat temen-temen."
"Tenang, mereka kan lagi fokus sama buku yang mereka baca." ujar Charlie sambil mendekatkan posisi duduknya dengan Vania.
Sebenarnya Vania sedikit tak nyaman dengan situasi ini. Tapi ia ingat apa yang dikatakan buku yang baru saja ia baca. Mencoba membuka hati.
"Vania?"
"Hmmm.."
"Van?"
"Hmmm... Hmm.."
"Hamm... Hemm. Hamm.. Hemm udah kayak Nisa Sabyan aja."
"Apaan sih Charl, garing tau." ucap Vania sambil memukul Charlie dengan buku yang ia pegang.
"Awwh," runtuh Charlie kesakitan.
"Ehh lo ga kenapa-kenapa kan Charl? Sori kalau tadi sakit. Bagian mana yang sakit?" Vania panik melihat lengan Charlie yang ia pukul tadi ternyata dibalut oleh perban. Karna tertutup seragam, perban itu tak terlihat.
"Cieee perhatian," goda Charlie sambil mencubit hidung Vania.
"Iiihh nyebelin tau gak?" rajuk Vania sambil mengacak rambut Charlie.
"Pssst, kalau mau pacaran di luar aja sana jangan disini." ucap salah satu gadis yang sedang membaca buku.
"Tuhkan gara-gara Charlie sih!" ketus Vania menyalahkan perbuatan Charlie yang mengganggu murid lain. Padahal dia juga ikut andil.

KAMU SEDANG MEMBACA
BUKAN MANTAN BIASA [END] PROSES REVISI
Teen Fiction"Semakin kuat usahaku untuk melupakanmu,semakin sulit hatiku untuk melepasmu" Inilah kisah El yang diputuskan pacarnya di hari anniversary mereka.Sakit hati,benci,dan tak terima adalah ungkapan El untuk hatinya ini.Tapi apalah daya,rasa cinta El leb...