"Shiitt udah jam berapa nih? Gara-gara Yukki nih gue jadi telat. Semoga aja Pak Jhon belum nutup gerbang nih."
Sukurlah apa yang diharapkan El benar terjadi.Pak Jhon belum menutup pintu gerbang sekolah.Dia Pak Jhon,tepatnya Pak Jhono.Namun anak-anak lebih suka memanggil Pak Jhon dengan alasan biar ga antimainstream.
"Mas El tumben telat gini? Biasanya paling pagi berangkatnya. Terus pacarnya? Udah rutinitas kalian boncengan gitu kan,mesra-mesraan. Saya saja iri ngeliat kalian."
"Ehh iya nih Pak Jhon, bangun kesiangan saya. Vania kayanya tadi berangkat duluan deh. Makannya Pak Jhon, ibu kantin yang baru itu buruan tembak. Sebelum direbut Pak Kebon hehehe. Ya sudah saya masuk dulu ya pak."
"Hehehe Mas El bisa aja, saya lagi nunggu waktu yang tepat aja nih mas. Silahkan masuk keburu keduluan guru."
Selang beberapa detik setelah El masuk, muncul Vania dengan motor vespa pink kesayangannya. Dia terlihat buru-buru seperti El tadi. Seragamnya pun sudah basah karena keringat.
Pak Jhon yang akan menutup pintu gerbang dihentikan oleh Vania.
"Paaakkk Jhooon.. jangan tutup pintu gerbangnya dulu pak!"
"Loh mbak Vania? Katanya Mas El udah berangkat duluan? Ko ga barengan sih?"
"Ehehehe Pak Jhon udah dibohongin nih sama El.Kita udah putus pak,jadi ga ada lagi acara gonceng-gonceng mesra lagi."
"Ppp...Ppuu..tuss..? Serius nih? Kok bisa?"
"Iya pak, ya bisa lah namanya juga udah takdir. Panjang ceritanya.Kalau mau ngegosip nanti aja yak pak. Udah telat nih Vania."
"Siap mbak! Ya sudah buruan masuk. Mas El tadi juga baru masuk."
"El telat juga?Wah bisa berabe nih. Yaudah makasih yak Pak Jhon. Oiya itu bu kantin baru kapan ditembak pak?"
Vania kemudian buru-buru mencari tempat parkir. Semua tempat sudah terisi.Ia kebingungan. Sampai akhirnya dia menemukan tempat yang bisa dijadikan tempat istirahat vespa pink kesayangannya ini.Tepat disamping vespa milik El.
Sementara itu El buru-buru menuju kelasnya. Kelasnya ada di lantai 2 pojok belakang sekolahnya. Tentu situasi ini sangat merugikan El.
Dibelakang El nampak Vania yang sedang lari sambil mencoba mengatur tataan rambutnya yang berantakan. El sebenarnya sadar dibelakangnya ada mantan pacar yang juga sedang buru-buru menuju tempat yang sama dengannya. Namun dia memilih untuk mengacuhkannya.
Sayang seribu sayang, Pak Agus sudah berada di kelas. Beliau adalah guru paling killer diantara banyak guru killer di sekolah ini. Dan ya, beruntungnya lagi beliau menjadi wali kelas El.
"Sialan gue telat, bisa cidera nih badan."
Tok tok tok..
Suara ketukan pintu menjadi pusat perhatian murid sudah ada di kelas. Mereka menantikan siapa korban Pak Agus kali ini.
"Maaf pak saya telat. Tadi saya nganterin ibu ke pasar dulu."
"Siapa yang bilang kamu ga telat? Gak usah cari alasan nganterin ibumu segala, lagian bapak juga tahu orang tuamu lagi honeymoon kan?"
"Ahahahhahahaha" riuh suara tawa semua murid medengar apa yang dikatakan Pak Agus.
Tok tok tok
Pandangan semua murid langsung teralihkan ke pintu kelas. Mereka penasaran siapa lagi korban Pak Agus selanjutnya.
Gadis cantik primadona jurusan IPS.Dia yang menjadi maskot kelas X IPS 1. Aerlyn Bellvania Citrakirana. Atau yang biasa dipanggil Vania.Dan sekarang kalian bisa menyebutnya mantannya Si El.

KAMU SEDANG MEMBACA
BUKAN MANTAN BIASA [END] PROSES REVISI
Teen Fiction"Semakin kuat usahaku untuk melupakanmu,semakin sulit hatiku untuk melepasmu" Inilah kisah El yang diputuskan pacarnya di hari anniversary mereka.Sakit hati,benci,dan tak terima adalah ungkapan El untuk hatinya ini.Tapi apalah daya,rasa cinta El leb...