Matanya bagai bunga layu
Sembab di bawah mata
Entah berapa banyak air mata yang telah ia keluarkan
Bahkan sampai sekarang matanya masih berlinang
Musim dingin telah berhenti
Salju terakhir telah mencair disinari mentari
Musim semi yang sebelumnya ia nanti kembali
Namun bunga-bunga tak ada yang mekar menghiasi
Bayang-bayang kenangan memeluknya di belakang
Menahan langkah kakinya menuju kehangatan
Tak ada siapa-siapa di depan sana
Tak ada siapa-siapa di belakangnya
Sendiri, sepi
Musim semi menjadi hal yang menakutinya
Akan perpisahan dan kesendirian
Membelenggu hati yang masih membekukan diri
🌹
Junidanjuli
KAMU SEDANG MEMBACA
Infinity
Poesía#1 Puisi Indonesia [24042022] #1 Puisi Cinta [02052022] #3 Kata kata [25042022] Kumpulan sajak, sebab sajak-sajak tak pernah habis, ia hadir dalam sepenggal kata membentuk kalimat yang tersirat makna oleh penulisnya.
