Suaranya yang manis mengalun di telingaku
Pada lekuk bibirnya yang tipis membuatku ingin menggigit, mengecup dan mengulum lembut
Aroma tubuhnya yang menempel di pakaianku, membuat dirinya tak beranjak dari sisiku
Sentuhan hangat di untaian rambut panjangku masih selalu kutunggu
Jemarinya satu persatu memainkan anak rambutku
Bagai lumba-lumba yang menari asik di kala ombak berlari menuju senja
Maka jangan lama kau pergi dari sekitar langkah
Tetaplah di sini menabur kasih menuai asmara
Hingga malam muak melihat kita
Iri akan bahagia di balik gelapnya
Junidanjuli 🌻
KAMU SEDANG MEMBACA
Infinity
Poetry#1 Puisi Indonesia [24042022] #1 Puisi Cinta [02052022] #3 Kata kata [25042022] Kumpulan sajak, sebab sajak-sajak tak pernah habis, ia hadir dalam sepenggal kata membentuk kalimat yang tersirat makna oleh penulisnya.
