BAB 30

87 3 0
                                        

Sementara itu Alde yang memang hari itu jadwalnya full di kampus. Dan ketika sedang melakukan rapat himpunan dan dia yang menjadi pembicara selaku koordinator tiba tiba mendapatkan telfon. Handphonenya berdering terus menerus

"Angkat dulu Al siapa tau penting"

Dan awalnya dia ga akan angkat tetapi nama yang tertera yaitu Bang Adit is calling

"Sorry guys gue ngangkat dulu telfon, No gantiin dulu gue"

Alde segera keluar setelah memerintahkan Nino mengambil alih rapat

"Sorry bang tadi gue rapat, ada apa?"

"Al gue minta tolong banget sama lo"

"Iya kenapa bang?"

"Ale Al Ale"

"Iya Ale kenapa?"

"Ale pingsan, di rest area menuju Bandung dan sekarang udah ada di rumah sakit sekitaran sana "

"Kok bisa?"

"Lo kesana dulu sekarang nanti gue ceritain, gue ngga bisa kemana mana sekarang. Gue minta tolong lo Al"

Alde langsung memutuskan telfonnya dan langsung kembali menuju sekre himpunan dan meminta izin dia akan pulang karena urusan mendesak. Semua kepanikan itu tak luput dari perhatian Lisa. Aleina lo udah main api sama gue, tunggu tanggal mainnya

Alde melajukan motornya secepat yang ia bisa. Dan ketika sampai dia mendapati Aleina yang masih tertidur pulas setelah di pindahkan ruangannya ke ruang inap. Memang kata dokter Ale terlalu capek dan stress juga asam lambungnya tinggi sehingga membuat kondisinya drop

Alde terus menerus memegang tangan Aleina yang sangat dingin. Ia memberi kabar kepada Adit bahwa semuanya udah ia tangani. Tak lama tangan Ale bergerak yang membuat Alde berdiri mendekati Aleina

"Alee"

Aleina perlahan mengerjapkan matanya. Dan Alde menyodorkan segelas air putih dan langsung diminum Ale

"Gue dimana Al?"

"Lo pingsan Le, kok lo masih di Bandung?"

Aleina hanya diam dan Alde tak memaksa Aleina menjawab. Ia naik keatas tempat tidur Aleina, merangkul Aleina dan merengkuh Aleina kedalam dekapannya. Aleina kembali tertidur dan Alde setia disampingnya

Lama Aleina tertidur dan Alde pun tidur disampingnya. Aleina membuka mata dan sudah mendapati Alde yang juga tertidur pulas. Lagi lagi gue jadi beban buat lo Al, gue minta maaf

"Hei udah bangun"

Aleina mengangguk dan mendudukan dirinya disusul Alde

"Kenapa? Pusing?"

"Ngga Al, udah baikan kok"

Alde mengangguk dan setia mengelus ngelus punggung Aleina. Dan Alde menyuapi Aleina dan memberikan obat. Keesokannya Alde mengantar Aleina kekosannya dan seperti biasa ia langsung membuatkan bubur

"Ale"

Aleina bangun dari tidurnya

"Gue kekampus sebentar ya? Kalo ada apa apa langsung telfon"

Aleina mengangguk dan Alde pun langsung menuju kampus. Sedari kemarin ia terus menerus ditelfon Lisa karena memang hari ini ia harus datang ke tempat sponsor

Ketika sampai, di sekre dia di cerca habis habisan tapi Alde tak peduli toh prioritasnya saat ini adalah Aleina

"Lo fokus dong Al jangan main handphone terus" omel Lisa

HOPE(less)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang