07

1.6K 76 12
                                        


happy reading guys.....
Jangan lupa follow, vote dan comment 😊



***

Seruan ramai Mahasiswa mulai mengisi lingkungan kampus.
Beberapa ruangan telah menyelesaikan kelasnya, termasuk ruangan Senja dan Gea. Seruan ramai itu juga diikuti oleh Gea, Namun tidak oleh Senja. Gadis dengan bola mata coklat itu terus dihantui rasa penasaran, karena dirinya diminta menemui Pak Tompul diruangannya usai kelas berakhir.

" Ja, Lo kok diem aja sih ? are you okay? " Tanya Gea yang melihat kepanikan diwajah Senja.

Senja menatap Gea " Kenapa Aku di panggil ke ruang Pak Tompul ya? Apa ada masalah? " Tanya Senja yang terus menjatuhkan pandangannya kebawah.

Gea tersenyum lebar dan kemudian mengangkat dagu Senja agar pandangan keduanya sejajar.

" Pak Tompul manggil Lo bukan berarti  Lo bermasalah dikampus ini. Mungkin aja data Lo ada yang belum lengkap, Lo kan MABA dikampus ini. Lagian Lo nggak perlu khawatir kalau ada apa - apa biar Gue yang hadapi Pak Tompul." Jawab Gea berusaha menenangkan Sahabat barunya itu.

Senja merasa sedikit lebih tenang setelah mendengar jawaban Gea tadi. Meskipun Senja tahu kalau soal urus - mengurus data bukanlah tugas Pak Tompul.

"Makasih Ge" Ujar Senja berterimakasih.

" Iya - Iya Santai aja. Tapi Lo nggak lupa kan nanti sore ada janji sama Gue?" Tanya Gea memastikan.

Senja tersenyum manis kepada Gea
" Iya, Aku inget kok " Jawabnya.

" Yaelah Ja, Gue - Lo aja kali gausah Aku - Kamu Kaku amat" Ujar Gea sembari tertawa kecil.

" Iya nanti Aku coba " Janji Senja.

Berbincang dengan Senja memang tidak ada hentinya sampai - sampai Senja tak menyadari dirinya telah tiba di depan ruangan Pak Tompul.
Senja menatap lurus ke depan pintu tersebut kumudian kembali menatap Gea dengan senyum yang samar.

" Permisi" Panggil Senja sembari mengetuk pintu tersebut meskipun pintu sudah terbuka.

Pak Tompul langsung menoleh kepada sumber suara. Terkecuali pria tampan disebelah Pak Tompul.

" Masuk. Sudah selesai kelasnya?" Tanya Pak Tompul sembari mempersilahkan Senja untuk masuk ke dalam ruangannya.

Bukannya masuk dan menjawab pertanyaan Pak Tompul, Senja masih saja berdiri di depan pintu dengan pandangan fokus kepada Pria yang tengah duduk di sebelah Dosen tersebut.

Merasa tidak ada respon dari pihak yang dimaksud, Pak Tompul mengerutkan dahinya.
" Ayo masuk Senja" Pintah Pak Tompul Lagi.

Mendengar nama Senja, Pria tampan tersebut menoleh ke arah pintu dan menemukan sosok Senja yang tengah berdiri menatapnya di sana.

Senja yang kedapatan melihat Pria tersebut kemudian memalingkan pandangnya kepada Pak Tompul. Lalu duduk tepat di depan Pak Tompul dan Raga. Ya Pria tampan itu adalah Raga.

"Sudah Selesai kelasnya?" Tanya Pak Tompul lagi karna sebelumnya tidak mendapat jawaban dari gadis itu.

Gadis itu menjawabnya dengan anggukan kecil.

SenjaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang