Ciao.......
Happy Reading Guys 😊
Jangan Lupa di Vote Ya 😊
Terimakasih
***
TOK TOK
Raga membuka pintu Kamar yang barusan di ketuk oleh Seseorang.
Wanita yang Raga kenal berdiri didepannya dengan Tas di punggung Mungilnya.
" Aku udah siap " Ucap Wanita tersebut.
Salah satu alis hitam nan tebal milik Raga terangkat ke atas.
" Kemana ? " Tanya Raga kepada Senja.
" Pulang "
" Makan dulu " Ujar Raga lalu turun ke Ruang Makan bersama Senja.
Dua pekerja yang memang khusus bekerja untuk memasak sekaligus mengurus dapur, Tengah sibuk menyajikan beragam makanan di Atas Meja makan.
" Silahkan di makan Tuan " Ucap salah satu pekerja itu.
Raga dan Senja Menganggukan kepala mereka kemudian duduk di kursi Masing - Masing.
" Kakek mana ? " Tanya Raga kepada satu pekerja yang sedang menuangkan minuman untuk keduanya.
" Ada pekerjaan yang harus Tuan Anthony kerjakan sebentar. Kalau Perlu sesuatu Tuan Raga bisa panggil Kami " Jelasnya lalu kembali menuju dapur.
Senja mulai menyantap makanan di piringnya, sementara Raga hanya meneguk minumannya saja tanpa menyentuh makanan di hadapannya.
" Kok Enggak di makan ? " Tanya Senja.
Harusnya tidak perlu bertanya kepada Pria tersebut, Karena Raga lebih Dominan tidak menjawab dibandingkan menjawab.
Kegantengan serta kekayaan yang dimiliki Raga itu Mubazir.
Pria berbola mata biru tersebut jarang sekali tertangkap sedang senyum. Selain itu Raga juga irit dalam berbicara.
Berbanding terbalik dengan Senja yang selalu tersenyum dan tentunya Ceria, Membuat Orang di dekatnya terbawa bahagia. Walaupun bisa di bilang Senja bukan tipe Cewek yang banyak bicara.
" Aku buatin sesuatu Ya " Usul Senja langsung mulai memasak di dapur, biarpun awalnya di larang Dua pekerja disana.
Dengan Lihai Senja memasakan Raga sepiring Spaghetti beserta sausnya yang Ia racik menjadi komponen penting dalam masakannya kala itu.
Ketika kembali ke meja makan, Raga sudah tak terlihat disana.
Mata Coklatnya berkeliling mencari keberadaan Raga namun Nihil.
Senja berjalan menelusuri Rumah Anthony sembari membawa piring hitam berisikan Spaghetti buatannya.
Beberapa sudut ruangan telah Senja periksa.
Wanita manis itu membuang nafasnya panjang usai mendapati orang yang Ia cari berada di balkon belakang rumah besar tersebut.
" Ini. Aku buatin Spaghetti " Ujar Senja menyodorkan piring di tangannya kepada Raga, yang sibuk dengan kamera di tangannya.
" Lo makan dulu " pintah Raga.
Pria berbaju biru dongker tersebut masih asik mengambil gambar pemandangan pantai di dalam hari pada tempat Ia berdiri.
" Kak Raga Nggak lagi nuduh Aku naruh sesuatu ke makanan ini Kan ? " Kesal Senja.
Bukannya berterimakasih, Raga justru menuduhnya mencampurkan sesuatu ke dalam makanan, yang dengan tulus Senja buatkan untuk dirinya. Dasar Pria Angkuh !
KAMU SEDANG MEMBACA
Senja
Teen Fictionsenja itu selalu indah suatu keindahan yang nyata walau hanya sekejap kagumi datangnya namun jangan ratapi kepergiannya. percayalah ia akan kembali meski akhirnya ia kan berlalu lagi.
