Ciao...........
Happy Reading Guys 😊
Jangan lupa di vote dan di komen Ya
***
Sembari menunggu Senja, Leon mengajak Gea untuk melihat Mesin Kopi disana.
Tentu tak hanya melihatnya saja, Gea justru diajarkan membuat secangkir Kopi Oleh Leon.
" Selain Senja, Dhita juga teman Lo sekarang " Suara berat Itu berasal dari mulut Leon.
Gea menganggukan kepalanya sambil meneguk Kopi buatannya dan Leon tadi.
" Lo bakal Ngelupain teman Lama ? "
Gea mengerti sekali arah pembicaraan Sepupunya kali ini.
Leon adalah Saudara Laki - laki Gea yang sangat memperhatikan Dirinya, Pria itu tak ingin Gea tersakiti bahkan tidak menjadi masalah jika Ia harus mengorbankan perasaannya demi Gea.
Dan itu pernah Leon lakukan untuk Gea.
" Biar gimana pun dulu Laura orang terdekat Gue. Nggak akan di lupain Tapi mungkin Nggak bisa seperti dulu " Jawab Gea.
Leon tersenyum bangga kepada Gea karena ternyata tak ada kebencian lagi dalam diri Wanita tersebut terhadap masalalunya bersama Laura.
" Makasih Le udah jadi Sepupu yang paling baik buat Gue. Sekarang Waktunya Lo perjuangain lagi perasaan Lo tanpa mengkhawatirkam Gue " Minta Gea tulus dari hati yang paling dalam.
Ekspresi terkejut Leon perlihatkan usai mendengar permintaan Gea.
" Percuma "
" Kenapa ? "
" Gue bakal Ngerasain jadi sampah terus kalau mencoba Lagi "
Gea sadar sepenuhnya perasaan Leon.
Ia tak akan memaksa Pria itu untuk memenuhi permintaannya tadi, Biar Berjalan sebagaimana mestinya saja.
Jika Leon dan Gea berada Di mesin Kopi maka tersisa Azka dan Dhita di Meja tersebut.
Dua pasang bola mata mereka saling memperhatikan satu sama lainnya.
" Emang masih ada Ya Cewek Dekil dan berpenampilan kayak Lo ? " Tanya Azka.
Dhita belum membuka suaranya, ia malah memperhatikan wajah Azka dengan Seksama.
" Ngapain ngeliatin Gue "
" Emang lagi zaman Ya Cowok pakai Blush on ? " Kali ini Dhita melempar pertanyaan menohok untuk Raga.
" Apaan Tu Blush on ? "
Dhita mengangkat kedua bahunya menjawab pertanyaan Seniornya itu.
Kesalahan jika Dhita mengira Azka tidak akan mencari tahu apa yang Pria itu tidak tahu.
Sebuah Ponsel Ia ambil dari saku celananya, dan jarinya mulai mengetik kata Blush on pada aplikasi pencariannya.
tertera sebuah gambar Blushon serta kegunaannya disana, Tangannya perlahan meraba pipi miliknya sendiri.
" Maksud Lo, Gue Make Makeup Cewek gitu ?! " Bentak Azka kesal.
" i-itu buktinya pipi kakak merah "
" Ini memang merah dari lahir kaliii " Jawab Azka sinis.
" Ya Maaf nggak tahu "
KAMU SEDANG MEMBACA
Senja
Teen Fictionsenja itu selalu indah suatu keindahan yang nyata walau hanya sekejap kagumi datangnya namun jangan ratapi kepergiannya. percayalah ia akan kembali meski akhirnya ia kan berlalu lagi.
