41

286 30 12
                                        

Ciao............. 😊
Happy Reading guys
Jangan Lupa Vote nya ❤️

***

Pesta Ulang tahun sederhana Ibunya Gea berjalan lancar sesuai rencana.
Para tamu yang kebanyakan rekan kerja dan Teman Ibunya itu asik menyantap hidangan yang telah disediakan. Acara itu juga dihadiri Oleh Leon yang merupakan keponakan dari ibu Gea.
Gea senang sepupunya itu datang, jika tidak Maka Ia tak tahu harus berbicara kepada siapa.

Meski Dalam keramaian, Pikiran terus kepada Senja yang pasti kesulitan saat ini. Gea meminta izin kepada Ibunya untuk kedepan sebentar.
Setibanya didepan rumah, Gea langsung menghubungi Senja namun Handphone milik Sahabatnya itu tidak aktif.
Diulang beberapa kali hasilnya juga sama, Hal itu membuat Gea panik.

" Ngapain Diluar ? " Leon datang dari belakang.

Raut wajah Panik terlihat jelas pada Wajah Gea.

" Kok perasaan Gue Nggak enak Ya. Harusnya Handphone Senja aktif, Gue udah ingatin Dia tadi "

Semua ucapan Gea sungguh membingungkan Leon yang tidak tahu menau.

" Senja kenapa ? "

Gea berhenti menatap ponselnya dan berganti menatap Pria dengan Jas Abu - Abu disampingnya.

" Choki ambil semua hasil Foto - foto Raga untuk Pameran besok dari Senja. Tapi Dia Ngejebak Senja supaya dapetin Memori itu. Raga Nyalahin Senja atas semua yang terjadi. Senja pasti merasa bersalah bangetlah  Dan sekarang Dia berusaha ngumpulin Foto - foto baru sebisa Dia "  Jelas Gea panjang lebar kepada Leon agar Pria tersebut paham.

" Terus kemana Senja Nyari Objek buat Foto ? " Tanya Leon.

" Itu dia, Senja bilang ke Gue tadi, Dia mau ke bukit belakang dekat rumahnya. Gue udah pernah kesana dan Itu dikelilingi Hutan Le, Gue takut Senja kenapa napa. Ini udah malam. Hp nya mati lagi " Frustasi Gea.

" Coba Lo telfon Nyokap atau keluarganya, Siapa tahu Senja udah Dirumah " Usul Leon langsung dilakukan Oleh Gea.

Gea telah melakukan usulan dari Leon untuk menelfon Naya, Ibu Senja.
Tetapi saat ini Naya sedang di luar Kota menemani Angga Camping sehingga Ia tidak tahu pasti keberadaan Senja. Gea sendiri sengaja tidak memberitahu apapun kepada Naya karena Gea juga belum tahu bagaimana keadaan Senja.

" Terus Gimana Dong ini ? Gue mau Nyusul Senja tapi Nggak enak sama Mama. Ini hari Specialnya " Aduh Gea makin panik.

" Mau Gue yang coba susul Senja ? " Tawar Leon.

Dengan cepat Gea menggelengkan kepalanya.

" Lo itu tamu yang paling Nyokap Tunggu. Nyokap kan Sayang banget sama Lo pasti dicariin Nanti "  Jawab Gea menolak.

Ucapan Gea itu benar, Ia juga tidak ingin membuat Ibu Gea sedih.

" Le, Menurut Lo kalau minta tolong Raga gimana ?  ini kan salah Raga juga. Dia main marah - marah tanpa Ngedengerin penjelasan Senja dulu " Kesal Gea.

" Iya Gue coba telfon Raga "

Leon mengeluarkan ponsel dari saku jasnya. Jari jemarinya mencari kontak Raga lalu menelfonnya.

SenjaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang