Ciaoooo...............
Happy reading guys ❤️
~
Perasaan legah mungkin telah menyelimuti para Mahasiswa universitas megah tersebut termasuk Raga.
Hari terakhir ujian akhir semester, berhasil Raga selesaikan dengan baik.
Sempat mendapatkan nilai jelek pada beberapa mata kuliah di semester sebelumnya mengharuskan Raga untuk mengulangnya. Dan baru saja pria tampan itu mengulang semesternya dengan sangat baik.
Tak langsung ke rumah, Raga melajukan mobilnya singgah ke beberapa toko. Ia melanjutkan perjalannya dengan banyak barang di dalam mobilnya.
Ternyata Raga mendatangi tempat favorite Senja. Lantas apa tujuannya ke sana?
Raga mulai memasuki hutan tersebut sembari membawa banyak barang di tangannya. Bahkan sangkin banyaknya barang yang hendak dibawa, Raga harus dua kali bolak-balik masuk-keluar hutan.
Usai semua barang dari mobil berhasil Ia pindahkan ke dalam hutan lebat itu, kini Raga tampak sibuk menata tempat itu menjadi nyaman dan indah.
Raga membentangkan tikar kecil yang tadi Ia beli di atas rumput hijau, kemudian diatas tikar Ia letakkan Box Ice Cream yang sangat besar disana.
" Ahh... Ini poin pentingnya " Gumam Raga menepuk-nepuk Box berisi lima puluh Ice cream di dalamnya.
Raga beranjak untuk melanjutkan aktivitas berikutnya. Ia menggantung Delapan buket bunga dengan jenis yang berbeda pada delapan pohon besar di sana. Belum selesai, Raga juga menuliskan sesuatu pada delapan kertas lalu menggantungkannya bersama bunga-bunga itu di pohon.
Merasa semuanya telah selesai disusun, Raga berniat untuk pulang ke rumah terlebih dahulu.
Memakan waktu cukup lama dari tempat favorite Senja hingga sampai di rumah besar milik Raga. Pria itu langsung masuk ke dalam rumah untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu. selesai mandi dan bersiap-siap, Raga berjalan keluar dari kamarnya sembari mengetik pesan di ponselnya.
" Ke bukit belakang rumah lo sekarang! "
Tulis Raga pada ponselnya lalu mengirimkan pesan singkat itu kepada Senja.
Raga menurunkan ponselnya setelah tiba di ruangan tamu. mata birunya menatap mata seseorang yang berdiri di sana, Raga hafal betul mata itu milik siapa.
" Raga. Papa yang membawa Dara ke sini " suara Ivan mengisi ruangan.
Raga beralih menatap Ayahnya itu kemudian kembali menatap wanita bernama Dara itu.
Perempuan berkulit putih itu berjalan mendekati Raga.
" I miss you. You miss me? " Ucap Dara pelan di telinga Raga sambil memeluk tubuh tegap Raga.
Ibu Dara dengan ibu Raga merupakan teman baik saat duduk di bangku sekolah. Hubungan baik itu juga turun kepada anak-anak mereka yaitu Raga dan Dara, keduanya selalu bersama sejak masih kecil.
Raga dan Dara berpisah setelah Lilis meninggal dunia. Gadis tersebut pergi meninggalkan Raga begitu saja tanpa memberi alasan dan kabar sedikitpun, bahkan hari ini Dara kembali tanpa memberi kabar terlebih dahulu.
" Permisi. Saya harus pergi sekarang " ucap Raga melepas pelukan Dara darinya.
" Kita perlu bicara Raga! " Teriak Ivan meskipun putranya itu terus berjalan keluar rumah.
" Om. Tenang dulu ya, kita tunggu Raga pulang " Bujuk Dara menenangkan Ivan.
" Kamu pasti capek kan, istirahat dulu di kamar " Pintah Ivan disetujui oleh Dara.
KAMU SEDANG MEMBACA
Senja
أدب المراهقينsenja itu selalu indah suatu keindahan yang nyata walau hanya sekejap kagumi datangnya namun jangan ratapi kepergiannya. percayalah ia akan kembali meski akhirnya ia kan berlalu lagi.
