Bagian Empat Puluh Lima

8.5K 432 92
                                        

Siam Square adalah pusat perbelanjaan di mana deretan toko-toko barang mewah menjamur di dalamnya. Terletak di tengah-tengah pusat kota Bangkok membuat tempat belanja tersebut banyak dikunjungi oleh masyarakat menengah atas bahkan menggoda mata para turis mancanegara untuk berbelanja di sana--- brand-brand kelas dunia pun dijajakan di sana, mengundang para sosialita serta selebritis Thailand untuk menghabiskan uang mereka di sana, termasuk sosialita mungil satu ini, putra dari seorang pengusaha kaya raya bernama Gun Atthaphan Punsawat bersama sang adik Pimwalee Punsawat yang sedang berada di Siam untuk berbelanja ditemani oleh putra dari pengusaha emas dari keluarga Adulkittiporn.

"Papii, kita ke Gucci ya"

Gun menyeret lengan Off yang sedang ia genggam, di belakang mereka Pim dengan setia menguntiti kedua kakaknya tersebut. Off sama setianya dengan Pim yang mengikuti ke mana pun kaki Gun melangkah.

Sesampainya di dalam toko dengan deretan barang-barang mewah, Gun secara refleks mengedarkan pandangan matanya begitu berbinar. Setiap bulannya Gucci selalu memajang dan menjual produk baru yang mana membuat mata pengunjung akan tergoda untuk membelinya, termasuk Gun yang memenangkan penggemar belanja.

"Aihhhh, p~ perlengkapan bayi di sana, bukan di sini" gerutu Pim saat Gun malah pergi untuk melihat-lihat kacamata di dalam etalase

"Sebentar Nong, p' kan juga mau belanja tahu" balas Gun dengan mata yang masih asik menjelajahi jejeran kacamata model terbaru

Di saat Gun malah asik dengan dunianya sendiri, Off justru sedang memilah-milih baju bayi dan beberapa perlengkapan bayi untuk Bubu, namun karena tidak biasa dan belum pernah membeli perlengkapan bayi, Off tentu bingung apa saja yang harus ia beli di toko tersebut, apa saja yang Bubu butuhkan saat baru lahir nanti--- semua kebutuhan Bubu hanya Gun yang tahu, karena hanya dirinya yang memegang daftar belanjaan yang Nyonya Dararat berikan sewaktu mereka diundang makan malam beberapa minggu lalu.

"Bebii, letakan itu, dan cepat kemari"

Pim langsung menarik, ah tidak, tapi mendorong pelan punggung kakaknya untuk segera menuju ke tempat Off berada, wanita mungil itu khawatir dengan Gun yang pasti akan kalap jika tidak segera ia jauhi dari benda-benda mahal d hadapannya, dan beruntungnya Off memanggil kakaknya itu sehingga memudahkan Pim untuk menjauhi Gun dari benda-benda tersebut.

"Papii, Gun ingin beli kacamata ya" pinta Gun dengan mode puppy eyes andalannya

Decakan keluar dari bibir merah Pim, bahkan matanya sudah mendelik malas dengan kelakuan shopping holic sang kakak yang tidak bisa melihat barang baru dan bagus, jika sudah melihatnya harus segera dibeli, apalagi saat ini Off ikut menemaninya bebelanja, Pim sudah bisa memastikan jika Gun akan memiliki tumpukan belanjaan lebih banyak dari pada sang anak.

"Bebii~ kita kan ke sini untuk beli perlengkapan Bubu, kok jadi kau sih yang belanja" omel Off, namun matanya masih menatap deretan pakaian mungil khusus untuk bayi usia 1-5 bulan, tangannya juga masih asik memilih pakaian yang pas untuk Bubu

Gun mem-pout-kan bibir ranumnya itu, tidak lagi bersuara, dan memilih untuk mengikuti Off mencari pakaian Bubu dan beberapa sepatu mungil menggemaskan yang berada di hadapan mereka. Gun melupakan keinginannya untuk berbelanja saat mata indahnya dimanjakan oleh barang-barang menggemaskan yang berderet rapi di rak-rak toko, pandangannya kini terfokus pada perlengkapan bayi yang mungil-mungil itu, entah kenapa melihat benda-benda khusu bayi tersebut membuat Gun bahagia luar biasa, bahkan hatinya mengalun sukacita, merasakan jika kehadiran Bubu nyata adanya, karena sebentar lagi si mungil yang ia nantikan akan lahir ke dunia, memakai pakaian yang sedang ia lihat tersebut.

"p~ dot-nya lucu, beli ini ya untuk Bubu"

Pim menunjukan sebuah pacifier (Empeng) berbahan plastik dengan butiran berlian kecil-kecil memenuhi bentuk lingkaran pacifier tersebut di tengahnya juga tertera lambang Gucci, benda tersebut sangat mewah, dan tentunya begitu mahal. Gun melirik label harga yang tergantung, setelah tahu harganya, Gun melirik ke arah Off yang ternyata sedang mengamati benda mewah digenggaman Gun itu.

OffGun [MPREG]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang