TAMAT...
Cerita ini merupakan kisah tentang pasangan Off Jumpol dan Gun Atthaphan yang dianugrahi seorang bayi, namun perjalanan Gun untuk mendapatkan seorang bayi tidak semudah membalikan telapak tangan, seperti apakah perjuangan Gun, dan seperti a...
Malam ini merupakan malam terakhir bagi Gun mengandung Bubu, karena besok atau mungkin lusa dirinya akan resmi menjadi seorang Papa. Besok pagi Gun akan pergi ke rumah sakit bersama Off untuk melakukan pemeriksaan sekaligus membicarakan waktu operasi caesar yang harus Gun tempuh. Sebelum tidur, Gun dan Off memilih untuk berkemas-kemas dahulu, memasukan beberapa perlengkapan yang Gun butuhkan selama di rumah sakit nanti, selain itu keduanya juga sedang memilih-milih pakaian Bubu yang akan dibawa ke rumah sakit. Off bertugas memasukan barang-barang ke dalam tas, sedangkan Gun bertugas untuk melipat dan memilih-milih barang yang akan dibawa.
"Bebii selimutnya mau yang mana? Biru atau hitam?" Tanya Off sambil memegang selimut Hermes pemberian Godji (biru), dan Prew (hitam)
"Hmmm, biru aja deh, yang hitam buat di sini." ujar Gun memutuskan sambil melipat selimut berwarna biru, lalu memasukannya ke dalam tas
Keduanya kembali asik dengan tugas masing-masing, Sesekali Off membantu Gun melipat blancetyang ukurannya lumayan besar.
"Auhhhh" pekik Gun pelan, dan langsung mengelus perutnya
Gun merasakan perutnya sangat melilit, seolah diperas begitu kuat, rasa sakitnya seperti ingin buang air besar, bahkan perut bagian bawahnya kini sudah berubah menjadi begitu keras akibat dari kontraksi yang sedang ia alami itu.
"Sakit lagi?" Tanya Off sedikit cemas, lalu menghentikan aktivitasnya sejenak
Gun hanya mengangguk, lalu tersenyum kepada Off. Selama dua hari selalu mengalami kontraksi, Gun menjadi terbiasa dengan rasa sakitnya itu, bahkan sudah bisa menahannya tanpa mengeluh dan merengek lagi, Gun hanya melengkuh pelan saja saat kontraksinya tiba. Off mengulurkan tangannya membelai perut Gun agar perut besar itu sedikit rilex, Off juga sudah bisa dengan santai menangani kontraksi Wifu-nya tersebut, Nama juga sudah menjelaskan langkah-langkah pada Off untuk menangani masalah kontraksi. Jika Gun sedang kambuh, Off akan dengan sigap membelai perut Gun, atau memijatnya pelan agar otot-otot pada perut Gun sedikit lebih rilex dan tidak tegang agar rasa sakitnya juga tidak semakin menjadi. Awal kontraksi, Gun tentu sangat terkejut dengan rasa sakit yang baru ia rasakan tersebut, sakitnya sangat berbeda dengan rasa sakit ketika perutnya kram atau mengeras di pagi hari--- Gun selalu melengkuh begitu keras, bahkan sampai menangis kencang akibat ras sakitnya itu, namun berkat dukungan dan
"Biar aku saja yang merapikan sisanya ya~"
Gun mengangguk, lalu memilih menyandarkan punggungnya di penyangga ranjang bayi yang berada tepat di belakangnya dan Off, Gun juga meluruskan kakinya, lalu kembali mengelus pelan perutnya yang kembali mulai melilit itu--- rasanya seperti ingin buang air besar, benar-benar sakit dan terasa perut bagai diperas.
"Bebii, apalagi perlengkapan Bubu yang akan di bawa?" Tanya Off setelah selesai memasukan perlengkapan Bubu ke dalam tas
"Botol susu sudah?"
"Sudah"
"Diaper sudah?"
"Hmm, sudah"
"Sarung tangan sama kaos kaki sudah?"
"Hmmm..."
Off mengecek kembali isi tas coklat merek Gucci di hadapannya itu, melihat apakah sarung tangan dan kaos kaki bayi sudah masuk atau belum ke dalam tas.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.