problem🔥

6.5K 336 53
                                        

07.00

"Mas!"

Panggil Maryam kepadaku yang baru turun dari tangga.

"Iyh sayang"

"Pengen es buah" rengeknya seperti anak kecil.

Cup

"Hemmmm, Masi pagi sayang" Keluhku yang mengusal di perut agak buncitnya itu.

"Pokoknya es buah" cemberutnya yang tak terima kemauannya tidak di penuhi.

"Iyah-iyah nanti kalau udah jam 11 an ya, sekarang kan masih pagi, memangnya juga belum buka lah yang" bujuk rayuku yang keluar dari mulut ini.

"Hemm yah" cueknya yang berusaha berdiri dari sofa.

"Mau kemana yang ?"

"Mau ke atas ambil katalog baju"

Karena Salamah yang Tak mau diam meski sudah berperut buncit. Ia selalu mengerjakan kerjaan rumah.

Saat Salamah mengepel lantai tangga di situ pula Maryam datang dengan terburu-buru menuju tangga basah.

Brakk

Akhh

"Astaghfirullah maryam" kaget Salamah yang masih menenteng ember dan alat pelnya.

"Salamah bantu mas"khawatir nya dengan cucuran di pipi

"Nggak usah"  dengan menyingkirkan tangan Salamah keras yang ingin membantu, sampai tersungkur di anak tangga

"Maryam!!"panik alawy yang langsung mengakat Maryam ke  mobil dengan menghiraukan Salamah yang masih tergugu di tangga.

Mobil

"Mass,Akhh" rintih maryai dengan memegang perut bagian bawahnya

"Sabar yang bentar lagi sampai kamu pasti kuat"

Genggaman tangan terus merekat dengan keringat membasahi tangan.

"Mass, sakit"

"Sabar ya yang"

Saat sampai di rumah sakit alawy yang panik dengan keadaan Maryam. Ia berbolak-balik dengan wajah kucel, seperti separuh semangatnya hilang.

"Astaghfirullah" ucapan itu terulang untuk menetralisir kekhawatiran.

Cklek

Pintu terbuka menampakkan dokter dengan stetoskop di lehernya.

"Dengan keluarga pasien maryam"

"Iyah Dok saya suaminya"jawab nya dengan wajah tak biasa

"Mari ikut keruangan saya"

Alawy dan dokter itu berjalan beriringan sampai ke ruangan yang depan pintunya bertuliskan nama dokter ana.

Street

"Silahkan duduk pak" persilahkan dokter dengan sopan

"Baik pak,  Alhamdulillah keadaan ibu Maryam dan calon bayinya baik-baik saja. Hanya saja akibat benturan yang hebat Bu Maryam merasakan kesakitan dan pendarahan sedikit tapi untung saja tidak berakibat kan fatal" tutur dokter dengan jilbab putihnya itu.

"Alhamdulillah" ucap alawy lega

"Ini saya kasih obat penguat dan tolong istrinya di jaga lebih baik-baik lagi ya pak, oh ya untuk kesembuhan Bu Maryam harus opname selama 1 Minggu ya pak"

"Baik dok terimakasih"

Di sisi lain ada wanita yang tersungkur di atas tangga dengan menahan sakit perutnya dan perlahan ada cucuran darah di kakinya.

Dua Hati GUSCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang