Semalaman Bella begadang hanya untuk menunggu kepulangan Reynald. Semua teman-teman Reynald semasa sekolah, sudah Bella hubungi. Tapi sama saja dengan Reynald, sama-sama tidak ada jawaban.
Bella sendiri mencoba untuk memejamkan matanya, siapa tau bisa membawanya ke alam bawah sadarnya. Tapi ia tidak bisa. Ia takut Reynald diluar sana macam-macam atau lebih parahnya lagi sampai kecelakaan. Bella tidak siap, dan tidak akan pernah siap dihadapkan dengan situasi yang lalu. Dimana Reynald terbaring koma selama hampir sepuluh bulan lamanya.
Matanya sudah membengkak akibat tidak tidur semalaman. Bella juga sudah menghubungi Karin semalam. Namun jawabannya sama saja, Reynald tidak ada dirumah bundanya. Karin menanyakan ada apa dengan mereka Berdua, tapi Bella hanya mampu menjawab Reynald yang tengah ngambek dan berakhir pergi dari rumah. Entah kemana sampai sekarang belum juga pulang.
Bella mencoba meriset pikirannya, kalau Reynald saat ini tengah ada di basecamp nya bersama Raka dan yang lainnya. Sama seperti ucapan Sasa dan Risa saat ia telpon semalam. Bella menghubungi Sasa dan Risa hanya untuk menanyakan apakah mereka dsedang bersama Raka dan Rino, kalau tidak. Dimana Raka dan Rino semalam. Namun keduanya menjawab basecamp. Bella sedikit lega saat mengetahui itu, walaupun ia belum tau dimana suaminya tapi kalau teman-temannya ada di basecamp kemungkinan besar Reynald juga disana.
Sudah jam delapan pagi dan Reynald belum juga nongol batang hidungnya. Bella semalaman duduk menyandar dikepala ranjang, sambil menunggu kepulangannya.
Bella tengah melamun saat ini. Entah apa yang ada dipikirannya, namun pikirannya teralihkan saat suara ponselnya membuat harapannya muncul.
Saat melihat nama yang tertera diponselnya, bahunya langsung merosot. Ia pikir Reynald, tapi ternyata Rino. Tak apa, yang penting mereka menghubunginya.
Bella menggeser tombol hijau dilayarnya, lalu menempelkan ponselnya ditelinga kirinya.
"Lo gak usah khawatir. Reynald ada sama kita-kita" ujar Rino pertama sebelum Bella bersuara.
Seperti tahu akan rasa kekhawatirannya pada Reynald. Bella menghela napas lega.
"Kenapa baru kabarin gue gini hari?" balas Bella kesal. Ia sudah mati-matian menahan kekhawatirannya, dan syukurlah Reynaldnya aman bersama teman-temannya.
"Ya sori. Semalam kita gak dibolehin angkat telpon lo sama suami lo"
"Terus semalam kalian dimana?"
Beberapa detik Rino diam dan belum menjawab, sampai Bella memanggilnya baru Rino bersuara.
"Semalem ya di basecamp" Bella benar-benar merasa lega.
Ia takut Reynald ke club sampai bermain cewek disana, atau yang lainnya yang bahkan lebih parah dari itu.
"Terus, mana sekarang orangnya?"
"Masih molor. Nanti kalo udah bangun, gue suru dia balik deh" Bella mengangguk. Walaupun percuma saja karna Rino tidak bisa melihatnya.
"Makasih ya, gue lega banget tau dia sama lo pada" ujar Bella tulus.
"Yaelah kek ama siapa aja. Yaudah gue tutup telponnya" sambunganpun terputus sepihak.
Bella menghembuskan napas leganya. Ia menaruh ponselnya disampingnya, lalu tubuhnya ia baringkan diatas ranjang.
Karna perasaan leganya, sekarang tubuh Bella jadi terasa sangat lemas karna tidak tidur semalaman. Bella akhirnya memutuskan untuk tidur sampai Reynald kembali.
***
Reynald memandang wajah Bella yang tengah tertidur pulas. Tercetak jelas wajah pucat pasi itu tidak tidur semalaman. Ditambah lingkaran hitam yang menggantung dikelopak matanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Reynald Bella (After Marriage)
Teen FictionSQUEL COUPLE GOALS ⚠TERDAPAT UNSUR 20++⚠ Siapa bilang anak jaman sekarang pacarannya lebay? Bella dan Reynald membuktikan fakta bahwa mereka bukan pasangan lebay seperti diluaran sana. Walaupun mereka sering di juluki couple goals semasa sekolahnya...
