Sepulangnya dari acara berbelanja tadi, Bella langsung menjatuhkan dirinya di ranjangnya. Reynald sedari tadi diam saja, karena ia dalam mode ngambek sama Bella. Kalian tahu kan, tadi pas di dalam ruangan kantornya Reynald mereka ngapain? Pas itu, Bella malah mendorong Reynald saat Reynald ingin mencumbunya lagi.
Betapa kesalnya Reynald saat mood Bella mudah sekali berubah-ubah. Padahal Reynald ingin merasakan melakukan hubungan intim saat perutnya Bella membesar, tapi gagal karena Bella yang moodyan.
Bahkan selama di dalam mall tadi, Reynald hanya diam dan mengikuti kemauan istrinya itu. Coba saja kalau Reynald tidak memikirkan calon anaknya, sudah ia pastikan kalau ia akan langsung menelanjangi Bella saat Bella menolaknya tadi diruangannya.
"Sayang pijitin dong kaki aku pegel banget" ujar Bella manja pada Reynald yang baru saja ingin membersihkan dirinya di toilet.
"Gue mau mandi" hanya dengan kalimat itu mampu membuat Bella murung. Apa Reynald marah padanya? Tapi kenapa? Apa ia terlalu banyak menghabiskan uangnya hari ini?
Bahkan Bella lupa akan awal perubahan sifat Reynald hari ini padanya. Reynald mandi dengan air dingin untuk meredakan amarahnya yang sedari tadi ia tahan hanya untuk menjaga perasaan istrinya itu.
Sekali-kali Reynald ingin membuat Bella frustasi karena saat sedang mode on tiba-tiba ditolak begitu saja. Lihat saja nanti. Reynald dalam hatinya selalu memberi dukungan semangat pada dirinya sendiri. Semangat sampai Bella selesai melahirkan dan setelah itu ia akan merdeka kembali seperti sebelumnya.
Rasanya lebih sulit menahan gairahnya yang sekarang daripada pas jaman pacaran. Padahal jika diingat-ingat lagi waktu mereka pacaran, Bella sering sekali menggoda Reynald. Dan Reynald bisa mengontrol napsunya, tapi sekarang? Jangankan di goda oleh istrinya itu, lihat Bella yang tiduran diatas ranjang dengan pakaian komplitnya saja sudah mampu membuatnya dalam mode on.
Tak lama Reynald keluar dari toilet dan langsung memakai baju kaos dengan boxernya. Bella yang hampir terlelap diatas ranjangnya jadi merengek lagi padanya.
"Sayang tega banget sih. Pegel semua ini kaki aku, mau tidur juga gak nyaman" Bella berusaha memijat kakinya sendiri, tapi tubuhnya terhalang oleh perut besarnya itu. Jadinya tangannya tidak sampai menyentuh kakinya.
"Sayang! Ih budek kali!" kesal Bella. Sedari tadi ia diabaikan, kan Bella benci itu.
"Reynald!! Kamu marah sama aku karna aku abisin uang kamu hari ini?" tanya Bella berharap ia menemukan alasan dibalik sifat diamnya suaminya itu.
"Rey! Ih nyebelin asli! Yaudah nanti aku ganti uangnya, puas?!" kan, jadi Bella yang marah padanya.
Kalau saja mengeluarkan anak didalam perut itu mudah, akan Reynald lakukan dari kemarin-kemarin. Reynald kan lagi marah padanya, kenapa Bellanya ikut-ikutan?
"Reynald!! Beneran marah gegara uang?" bodo amatlah, mau Bellanya marah juga Reynald malas meladeninya.
Sabar terus Reynald menghadapi sifat labilnya bumil yang menyebalkan tapi sangat disayanginya itu. Kalau tidak sedang hamil, Reynald akan memberinya hukuman atas penolakannya diawal tadi. Reynald masih saja dendam dengan Bella yang menolaknya mentah-mentah setelah ia yang menginginkannya lebih dulu. Bagaimana tidak dendam coba, disaat adik kecilnya sudah bangun dan ingin segera bermain tapi harus pupus begitu saja. Ibarat ikan yang butuh kolam air, kan ikan itu bisa mati kapan saja kalau tidak bertemu rumahnya kan? Nah, sama kasusnya dengan adiknya Reynald. Tapi untung saja adiknya itu kuat, hampir sembilan bulan ia bertahan dari godaan yang mencoba merayunya.
"Sayang! Hiks, nyebelin banget sih!" tuh kan nangis. Reynald baru saja menghitung mundur dalam hati. Tepat saat ia menyebut angka satu Bella langsung menangis.
KAMU SEDANG MEMBACA
Reynald Bella (After Marriage)
Novela JuvenilSQUEL COUPLE GOALS ⚠TERDAPAT UNSUR 20++⚠ Siapa bilang anak jaman sekarang pacarannya lebay? Bella dan Reynald membuktikan fakta bahwa mereka bukan pasangan lebay seperti diluaran sana. Walaupun mereka sering di juluki couple goals semasa sekolahnya...
