RB 30

415K 12.8K 1.6K
                                        

Reynald dan Bella sudah kembali menjalani aktivitas seperti biasanya. Bedanya Reynald tidak pergi ke kampus lagi, tapi ke kantor ayahnya. Bella sangat antusias menyiapkan perlengkapan Reynald. Dari mulai jas, laptop, hingga sepatunya juga Bella siapkan semuanya.

Reynald selalu mengingatkan Bella untuk selalu mengabarinya, kalau ada apa-apa dikampus ataupun dirumah saat dirinya tidak bersama Reynald. Bahkan Reynald sudah mempekerjakan supir dirumahnya, hanya untuk mengantar istri tercintanya kemanapun ia pergi. Selama Reynald sibuk dikantor ayahnya, Bella harus selalu diantar jamput oleh supir kepercayaan keluarganya itu.

Sudah dua minggu Reynald bekerja di kantor ayahnya, katanya selama tiga bulan ia akan diajari caranya menjadi CEO di perusahaan ayahnya. Sedangkan ayahnya, nanti akan melepas perusahaan itu ketangan Reynald agar ayahnya fokus pada perusahaan yang satunya lagi kelak untuk Raffa anak bungsunya.

Reynald mendapat banyak bekal dari Tama tentang apa itu CEO diperusahaan dan apa kerjaannya. Reynald itu anak yang cerdas, ia cepat tanggap kalau dijelaskan dengan baik dan benar. Makanya Tama tidak ragu lagi untuk memposisikan Reynald anak sulungnya sebagai CEO diperusahaannya.

"Gini doang yah? Gampang ini mah!" ujar Reynald sombong, saat Tama menanyai apa ada pertanyaan.

Tama lantas menyentil dahi Reynald kesal. Kebiasaan anaknya itu, selalu menyombongkan dirinya walaupun memang benar yang disombongkannya, tapikan Tama dan Karin tidak pernah mengajarinya seperti itu.

"Pelajari yang benar! Awas aja kalo nanti kamu udah pegang jabatan, terus nilai perusahaan turun, kamu ayah pecat jadi anak!" ancam Tama membuat Reynald langsung ciut nyalinya.

Walaupun Reynald anak yang nakal, tapi ia paling takut saat sudah diancam oleh Tama, ayahnya. Kalau diancam Karin sih, Reynald sudah biasa. Biasa membangkang maksudnya. Soalnya, Karin itu bukan bunda yang kejam. Ia hanya mengancam Reynald agar Reynald patuh padanya, tapi yang namanya Reynald merasa masa bodo dengan ancaman bundanya. Tapi kalau sudah Tama yang mengancam, Reynald hanya bisa menuruti semua perkataanya. Tama kalau sudah mengancam itu tandanya tidak main-main dan akan melakukan sesuai ancamannya itu.

Selesai dengan perbekalan yang Tama berikan untuknya, Reynald sudah sibuk dengan bekal makan siang yang sudah Bella buat khusus untuknya. Reynald sebenarnya menolak untuk dibuatkan bekal, kasihan dengan Bella yang setiap pagi harus bangun lebih awal dan menyiapkan segala keperluannya untuk berangkat ke kantor.

Ponsel Reynald berdering dan menampilkan nama Bella cantik. Namanya sedari mereka pacaran, sampai sekarang tidak pernah Reynald ganti. Ya, walaupun namanya Bella yang ganti sendiri dengan kata cantik, gara-gara Reynald yang menamainya dengan nama lengkap. Kan kesannya kaya sama orang lain gitu. Berhubung Reynald suka dengan nama Bella diponselnya, jadi ia biarkan saja seperti ini.

"Apa sayang?" tanya Reynald saat wajah Bella sudah muncul dilayar ponselnya.

Bella melakukan panggilan video padanya. Reynald yang tengah makan, lantas menaruh ponselnya menyandar di vas bunga atas meja tempatnya makan.

"Ya ampun, lucunya suamiku lagi makan siang ya rupanya" ujar Bella terkekeh.

Dapat Reynald lihat kalau Bella tengah berada didalam mobilnya. Reynald reflek melihat jam tangan yang bertengger ditangan kirinya. Baru jam setengah satu siang, mau kemana istrinya itu? Masa sudah mau pulang saja?

"Kamu mau kemana? Gak ngampus?" tanya Reynald bingung. Ponselnya sudah ia pegang sendiri, agar lebih jelas melihat wajah Bella.

"Gak ada dosen, aku telpon mau ijin hehehe" Bella nyengir sedangkan Reynald hanya mengangkat sebelah alisnya menunggu kelanjutan ucapan istrinya itu.

Reynald Bella (After Marriage)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang