"Aku keluar ya. Mau beli jagung bakar dibawah" izin Bella.
Reynald yang tengah tengkurap sambil memainkan ponselnya di sofa, kini menoleh.
"Ama siapa?" tanya Reynald.
"Ama Sasa Risa" Bella kini duduk di pinggir sofa tempat Reynald.
"Gak boleh!" Reynald langsung bangun. Ia duduk disamping Bella.
Alis Bella mengerut dengan bibirnya yang mengerucut.
"Dibawah sini sih, pas belokan. Lagian ama Sasa Risa juga" lagi. Bella tidak terima Reynald melarangnya.
"Tetep aja gak boleh! Udah malem kalo nyasar atau diculik gimana?" Bella lantas memukul paha Reynald.
Bella sudah besar. Ia tahu jalan untuk pulang, lagipula ia perginya tidak sendiri tapi dengan temannya. Dan lagi, Bella pernah kesana sebelumnya.
"Aku udah pernah kesana. Bodo ah mau kamu izinin apa enggak, aku tetep pergi"
Bella bangun dari duduknya. Ia berniat pergi kekamarnya untuk memakai jaketnya. Namun tangannya kini dicekal oleh Reynald.
Reynald langsung menarik paksa tangan Bella, sampai Bella jatuh terduduk dipangkuannya.
"Jangan bikin gue marah! Lo tau, gue paling gak suka dibantah!" ujar Reynald pelan. Namun tersirat amarah dibola matanya.
Bella kesal. Sangat kesal. Reynald semakin hari semakin posesif dengannya. Sedangkan Bella? Ia ingin posesif dengan suaminya itu, tapi Reynald malah tidak ingin diatur-atur. Curang!
"Ck! Ribet banget! Semuanya serba kemauan kamu! Giliran aku aja. Nyebelin!" Bella memukul pundak Reynald kesal berkali-kali.
Biarkan istrinya marah sekalian. Reynald hanya tidak ingin Bella jauh dari pandangannya.
"Ngapain sih beli-beli jagung bakar segala? Orang udah disiapin buat bakar-bakar dibelakang malam ini" jelas Reynald.
"Sotoy!"
"Yeh dikasih taunya malah ngeyel! Udah gak usah keluar-keluaran deh. Ini kampung orang, kalo kenapa-kenapa gimana? Mana kalian perginya cewek semua lagi"
"Kenapa sih? Hobi banget larang-larang aku? Giliran kamu aja, aku larang tetep aja ngelakuin kan?!"
"Beda gue sama lo!"
"Sama lah! Masih sama-sama mau bebas!"
"Lo cewek, lemah. Kalo diapa-apain dijalan sama cowok, bisanya apa? Cuma teriak minta tolong doang kan? Iya, kalo ada yang tolongin kalo gak?"
"Padahal, jelas-jelas cewek tuh paling kuat. Cowok yang lemah"
"Gak usah ngeyel kalo dikasih tau!"
Bella ingin bangun dari pangkuannya, tapi Reynald masih menahan pinggang Bella agar tidak kemana-mana.
Risa yang berdiri tak jauh dari mereka, lantas berujar "Gak jadi pergi Bell, si Aldo segala lagi siapin buat bakar-bakar dibelakang"
Bella hanya mengangguk, setelah itu Risa pergi ke halaman belakang dimana sudah ada teman-temannya semua disana. Termasuk Sasa.
"Gue bilang apa! Sana pergi sendiri kalo berani" usir Reynald.
Bella yang memang tengah kesal, lantas bangun. Ia hendak pergi benaran ke luar, tapi Reynald lagi-lagi menahannya.
"Jangan gila deh! Ambekan banget jadi anak! Mending nangis aja sekalian, dari pada lo nekat keluar beneran!" ujar Reynald. Matanya menatap Bella tajam, sarat akan kemarahannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Reynald Bella (After Marriage)
JugendliteraturSQUEL COUPLE GOALS ⚠TERDAPAT UNSUR 20++⚠ Siapa bilang anak jaman sekarang pacarannya lebay? Bella dan Reynald membuktikan fakta bahwa mereka bukan pasangan lebay seperti diluaran sana. Walaupun mereka sering di juluki couple goals semasa sekolahnya...
