RB 38

318K 11.7K 3.6K
                                        

Reynald menggenggam tangan Bella saat Bella terus saja mengeluh karena sakit pinggangnya semakin menjadi. Mereka kini tengah berada diruang persalinan. Saat sampai disini, dokter langsung memeriksa kondisi Bella. Dokter bilang Bella sudah pembukaan ketiga, itu berarti Bella akan melahirkan malam ini juga.

Reynald belum sempat mengabari keluarganya, karena Bella yang terus menggenggam tangannya erat. Reynald bingung harus apa, ia hanya bisa memberi kekuatan pada Bella lewat ucapan dan genggaman tangannya.

"Sabar sayang. Maaf aku gak bisa ilangin sakitnya" ujar Reynald mengelus kening Bella yang mulai berkeringat. Ia mengecupnya singkat menyalurkan rasa sayangnya yang mendalam untuk istrinya.

"Sakit Rey" Bella hanya bisa uring-uringan diatas brangkar. Pinggang dan perutnya terasa sakit, pagal diwaktu yang bersamaan.

Reynald mengelus perut buncit Bella lalu berujar "Kamu jangan bandel didalam sayang. Mama kesakitan disini, kalo mau keluar jangan bikin mamanya sakit" Bella menjambak rambut Reynald karena merasa tidak penting akan ucapan Reynald seperti itu pada perutnya yang buncit.

"Jangan becanda apa! Sakit ini!" balas Bella membuat Reynald cekikian disampingnya.

Sudah hampir satu jam lamanya Bella merasakan sakit pembukaan pada proses persalinan. Dan terakhir saat dokter mengecek lagi, ternyata sudah pembukaan ke sembilan. Dokter dan suster yang memegang proses persalinan, kini sudah sibuk menyiapkan peralatannya.

Sudah berkali-kali Reynald mengingatkan Bella untuk jangan mengejan saat pembukaan tadi. Takutnya saat melahirkan nanti, Bella jadi lemas karena mengejan diawal. Bella juga tidak ingin mengejan, tapi reflek dari tubuhnya ingin segera mendorong anaknya keluar dari rahimnya saat ini juga.

"Hey, tatap aku. Gak usah takut, nanti ngeden aja sekuat kamu. Ini kan yang kita tunggu, kelahiran baby kita. Aku selalu disini ngasih kamu kekuatan, tolong janji sama aku kalian berdua harus sama-sama sehat. Oke?" entah apa yang ditanyakan Reynald, Bella hanya mendengarnya samar-samar. Bella lantas mengangguk karena Reynald mendesaknya untuk berjanji padanya.

"Baik bu, sekarang waktunya. Tarik napasnya dalam-dalam dan dorong!" titah sang dokter diujung brangkar Bella.

Bella mengejan dengan sekuat tenaganya. Reynald sendiri sudah kasihan melihat istrinya yang seperti itu. Apa sebegitu menyakitkannya seorang ibu yang berjuang untuk anaknya? Reynald seketika jadi teringat dosanya pada bundanya.

Bella terus saja mengejan sesuai intruksi dokter. Tangan Reynald berkeringat karena tegang, syok dan ketakutan bercampur aduk dalam dirinya. Karena dirasa tangan Reynald yang licin, Bella lantas menarik pipi Reynald kuat-kuat untuk menghilangkan sakitnya.

"Buset! Sakit Bell! Kalo kulit gue copot gimana nanti?!" pekik Reynald karena sakit dipipinya yang luar biasa hebatnya.

"Argh! Diem bego!" omel Bella dengan teriakannya akibat mengejan. Suster dan dokter disana hanya bisa melongo saat medapati pasangan suami istri yang seperti ini disaat proses persalinan yang cukup memakan tenaga untuk sang istrinya.

Biasanya pasien yang ditangani mereka itu, sangat romantis dan selalu memberi kekuatan lewat ucapannya. Tapi Reynald dan Bella malah bertengkar kecil seperti ini. Aneh tapi lucu disaat yang bersamaan.

Bella lantas menjambak rambut Reynald sangat kuat hingga Reynald terpekik dan meringis ditempatnya. Kepalanya jadi pusing karena jambakan dirambutnya itu. Reynald sampai berpikir, apa sesakit ini rasanya saat melahirkan? Tapi sungguh, kulit kepalanya serasa ingin lepas dari tempatnya.

"Terus sayang! Kamu mama yang kuat buat baby boy kita!" semangat Reynald yang membuat Bella juga jadi semangat menjambak rambut Reynald. Karena terus mendorong anaknya keluar dengan kekuatan yang tiba-tiba bertambah.

Reynald Bella (After Marriage)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang