Follow IG missbebeklucu
☺ aku tunggu di sana
"Boleh aku tahu kenapa Mas cerai?" tanyaku yang menyebabkan Mas Dinan spontan menjauhkan tangannya dari punggungku.
"Kamu mau dengar? Apa nggak terlalu cepat buat kamu tahu?" Dia mengobservasi wajahku terang-terangan. Apa dia pikir aku akan mundur diberi tatapan begitu? Please, I'm eager to know it.
"Lamaran Mas juga terlalu cepat padahal orang lain akan pendekatan dulu baru lamaran. Nah, gimana nih sebutannya?" balasku menantang.
Mas Dinan menghela napas dan menurunkan pandangannya. "Ya, kamu benar. Sudah seharusnya saya cerita. Tapi saya mohon, tetap percaya bahwa saya serius dengan kamu setelah saya cerita."
Aku mengangguk sekali.
"Kami berpisah karena sudah tidak ada kecocokan di antara kami," kata Mas Dinan setelah diam cukup lama.
Aku menyipitkan mata. Jawabannya bukan hal yang aku harapkan. Terlalu standar. "Mas jelas tahu aku butuh penjelasan. Bukan jawaban seleb saat ditanya wartawan kenapa cerai," cecarku.
Mas Dinan mengacak rambutku gemas lalu menarik kepalaku bersandar di dadanya. Oh my my. A-KU-DI-PE-LUK. Aku tidak bisa menahan diri untuk tersenyum seperti orang tolol. Akh, siapa peduli. Inilah rejeki anak yang giat 'menabung' di Shopee dan H&M. Tapi jantungku norak banget. Aku tidak bisa membiarkan Mas Dinan tahu kalau aku gugup. Aku meletakan satu tanganku pada dada Mas Dinan, menahan badan kami tidak menempel. Meski aku sudah melakukannya dengan sangat berhati-hati, Mas Dinan malah mengeratkan pelukannya dan berakhirlah badanku dalam kungkungan lengannya.
"Saya juga deg-degan," katanya sambil tertawa di pucuk kepalaku. Dia menyadari debaran jantungku. Oh my my.
Tubuhnya yang bersandar di sofa membuatku lebih tertekan untuk menimpakan berat tubuhku padanya. Ini terlalu cepat, skinship ini bisa membuatku mati karena jantungku memompa berlebihan. Aku menggigit bibir bawah, tapi kinerja jantungku persis seperti kecepatan gaji yang lenyap dari rekening. Aku kepayahan, sekaligus nyaman.
"Mas, jelasin," cicitku setelah sudah terbiasa dalam posisi nikmat ini. Eh?
Terasa embusan hangat menerpa kepalaku. Kemudian Mas Dinan memulai ceritanya. "Saya dan Viana tinggal di New York saat Viana mengandung Kimmy. Saya sangat sibuk dengan pekerjaan saya. Mungkin kesibukan saya membuat dia kesepian. Lalu dia bertemu Bayu. Mereka menjalin pertemanan akrab, saya juga mengenal Bayu sebagai teman sekampus Jason. Awalnya saya tidak menyadari adanya keanehan di antara mereka. Kami sering jalan bersama. Semuanya normal."
Aku mendongak dan menemukan Mas Dinan setengah melamun. Aku harap aku punya sedikit saja bakat membaca pikiran untuk memahami kesakitan macam apa yang sudah dia lalui.
"Sampai suatu hari saya melihat mereka makan malam di restoran tempat saya bertemu klien. Interaksi mereka seperti sepasang kekasih," lanjutnya, kali ini dengan suara yang lebih lemah.
KAMU SEDANG MEMBACA
You TOLD Me So
Chick-Lit''Miss, kenapa aku merasa jelek pagi ini?'' What?? Pertanyaan apa tuh?? Kenapa anak TK udah nanya yang susah gini? Miss aja nggak tau kenapa Miss belum punya pacar ampe sekarang, bathinku. ### Kedatangan murid baru bukan jadi hal yang seru. Kalau ta...
