AKU duduk lesu di dapur apartemen. Aku menghela nafas, tidak aku sangka ternyata aku bertetangga dengan Zhang Yi, pria keturunan Tiongkok yang sedikit menyebalkan.
Ya mulai dari pertama kali aku menginjakkan kaki di Korea Selatan, aku tidak pernah keluar dari apartemenku. Selain sibuk belajar bahasa Korea dan juga dasar-dasar psikologi. Akhir-akhir ini aku menghindari pria itu tapi anehnya setiap aku menghindarinya, dia tiba-tiba muncul tanpa disangka-sangka.
Ya Rabb ... sebenarnya kenapa ini? Kenapa aku selalu dipertemukan dengan pria itu? Aku mengusap wajahku yang sedikit basah karena bekas wudhu untuk sholat dhuha tadi. Aku berjalan menuju dapur, pagi ini aku memasak kolak pisang untuk dibagikan ke tetangga-tetanggaku.
Aku mengambil sendok dan menyicipi kolak masakanku. Aku mengangguk-anggukkan kepalaku seraya tersenyum, eum ... rasanya lumayan enak. Aku mematikan kompor lalu mengambil 3 wadah lalu menuangkan kolak pisang kedalamnya. Oke waktunya membaginya. Aku mengambil hijab instan lalu memakainya.
***
Aku menekan bel pintu apartemen di depanku. Tidak ada suara, oke coba sekali lagi. Aku menekannya kembali tapi masih tidak ada sahutan ataupun pergerakan dari dalam pintu itu. Sampai dibel yang ketiga si empu apartemen keluar dan memandangku dengan wajah khas orang bangun tidur tapi masih terlihat tampan. Astaghfirullahal'adzim, kenapa pagi ini otakku jadi seperti ini?
"Ya! Kau mengganggu tidurku. Wae¹?!" sewotnya.
Sebenarnya aku ingin sekali menyumpal mulutnya karena tidak bisa lebih sopan dikit dengan orang. Tapi Allah dan Rasulnya mengajariku untuk besikap lemah-lembut. Bukankah kita harus taat kepada Allah dan mencontoh Rasulullah? Tentu saja harus!
Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman: "Katakanlah (Muhammad), Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS. Ali 'Imran 3: Ayat 31)
Lihat? Jika kita mencontoh Rasulullah dan mengikuti sunnah-sunnah beliau, Allah akan mencintai kita dan mengampuni dosa-dosa kita.
Bahkan Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam bersabda: "Dan barangsiapa yang menghidupkan sunnahku, maka ia telah mencintaiku. Dan barangsiapa yang telah mencintaiku, maka aku bersamanya di Surga." [HR. at-Tirmidzi, no. 2678]
Renungkan. Jika Rasullullah sudah mencintaimu bukan tidak mungkin Allah mencintaimu. Dan jika Allah mencintai seorang hamba-Nya, bukan tidak mungkin seluruh makhluk dibumi maupun dilangit mencintaimu. Jadi sekarang, untuk apa mencari cinta manusia? Jika dengan mencintai Rasulullah dan mendekat kepada Allah, kita bisa mendapatkan cinta dari semua makhluk.
Dan jika mencoba taat kepada Allah dan Rasul-Nya, selalu mencoba untuk tetap istiqomah, Allah sudah menjamin kita. Diantaranya,
Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman: "... Barang siapa taat kepada Allah dan rasul-Nya, Dia akan memasukkannya ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Dan itulah kemenangan yang agung." (QS. An-Nisa' 4: Ayat 13)
Jadi kita tidak usah khawatir dan ragu untuk mencoba taat kepada Allah dan rasul-Nya. Insya Allah Allah sudah menjamin kebahagiaan dunia dan akhirat kita. Oke kembali lagi. Aku memberikan kotak berisi kolak kepada Zhang Yi. Ya siapa lagi tetangga didepanku kalau bukan dia? Zhang Yi menerimanya lalu tersenyum menampakkan deretan giginya.
"Apa ini?" Pria didepanku terkekeh lalu menatapku dengan senyuman menggoda khasnya. "Kurasa kau benar-benar tertarik denganku bukan? Lihatlah, kau bahkan sampai membuatkanku sarapan seperti ini," lanjutnya seraya memperlihatkan kotak makan berisi kolak ditangannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Islammu Maharku (Sudah Terbit)
SpiritualVersi Revisi ada dibuku **** "Aku mencintaimu, tapi kenapa kau menolakku? Aku tampan, pintar, populer dan aku bisa melakukan apa pun dengan mudah. Apa yang kurang dariku?" -Zhang Yi "Kau sangat tampan. Wanita mana pun jika dijadikan kekasih olehmu m...
