18. Changed (Zhang Yi)

6.4K 937 17
                                        

"KEMARIN kau terlihat bahagia, sekarang kau terlihat kusut? Ada apa?"
Pertanyaan dari Taewoo aku abaikan. Sekarang aku sedikit heran dengan perubahan sikap dari seorang Hayfa. Padahal kemarin dia terlihat ada perasaan kepadaku tapi setelah melihat responnya tadi, kenapa aku merasa tidak terjadi apa-apa padanya? Aish. Wanita itu memang sulit dimengerti.

"Karena Hayfa?" Aku menatap datar Taewoo. "Jadi benar?" Aku hanya merespon dengan decakan kesal.

"Dari raut wajahmu, kau terlihat sudah ditolak bukan?" Aku melempar sendok dinampanku kepadanya dan sialnya tidak kena. "Berisik," desisku.

"Wow man ... keep calm, aku hanya menebak," ucapnya. "Tapi benar?" Aku hampir melempar garpu kepadanya tapi pria itu langsung menunjukkan tanda damai dengan kedua jarinya dan tersenyum kuda. Aku membuang kasar nafasku, benar-benar membuatku emosi saja.

"Zhang, kurasa kau terlalu kasar maka dari itu kau ditolak," ucap Taewoo.

Aku memandang datar kearahnya. "Ya! Aku sudah bersikap lembut padanya dan kau masih bilang aku kasar? Diam saja jika kau tidak tahu apa-apa," balasku sengit.
Dia tampak berpikir dan aku kembali melanjutkan kegiatan makanku. "Zhang, mungkinkah dia tahu jika kau memiliki banyak kekasih?" tanyanya.

Aku terbatuk. Aish! Aku lupa jika aku masih memiliki seorang —ralat banyak kekasih. Mungkin iya, Hayfa pasti sudah mendengar kelakuan burukku itu. Aku mengakui jika itu adalah perbuatan burukku tapi semenjak aku memutuskan untuk mengejar Hayfa, aku sudah tidak menghubungi mereka lagi dan sudah memutuskan untuk berhenti mengunjungi klub malam lagi.

Aneh, tapi memang benar adanya. Semenjak memutuskan untuk mengejar Hayfa aku tidak tertarik dengan perempuan lain lagi. Seakan-akan ada yang  mengatakan dalam diriku  jika Hayfa pantas diperjuangkan dan tidak boleh ada yang lain lagi. Padahal kalian tahu sendiri, jika aku, Zhang Yi tidak pernah puas hanya dengan memiliki satu wanita. Tapi Hayfa terlihat sangat berbeda, gadis itu terlihat berharga. Aku seperti melihat berlian yang dijaga dan dipasang banyak perangkap di sisi-sisinya.

Saat sibuk dengan pikiranku tentang Hayfa, Taewoo menggebrak meja dan membuatku sedikit terkejut. Aku ingin melemparkan garpu kearahnya tapi dia sudah lebih dulu  mengucapkan maaf. "Kau mau mati rupanya," desisku.

Dan lihat apa yang dia lakukan sudah mengundang tatapan dari seisi kantin. Dan entah kenapa aku mulai membenci tatapan penuh kehausan wanita-wanita itu sekarang. "Maaf, Maaf. Tapi Zhang, memang pantas kau ditolak Hayfa. Bagaimana dia mau menerimamu sedangkan kau memiliki banyak kekasih yang tersembunyi disetiap sudut kota ini?" ucapnya.

Aku terkekeh. Dia tidak tahu saja jika 'wanita-wanita' itu yang menginginkannya bukan aku. Aku tentu saja tidak menolak. Bayangkan, mana ada seekor kucing menolak jika diberikan ikan segar? Ya ibaratnya seperti itu. Pria mana yang akan menolak jika wanita itu sendiri yang memberikan dirinya sendiri?  Mungkin hanya orang bodoh.

"Ya! Kurasa kau harus membuang sifat burukmu itu," ucapnya.

"Kau bilang apa tadi?" taewoo terlihat panik.

"Tidak tidak ... Hanya saja Hayfa terlihat berbeda dari wanita kebanyakan bukan?" Aku hanya mengangguk.

"Aku sudah membuang mereka," balasku. Tak lama setelah itu terdengar suara dering ponsel dari saku celanaku. Tunggu ... ini bukan nada dering ponselku. Aku merogoh saku celanaku. Ternyata ponsel Hayfa. Ah aku selalu lupa untuk mengembalikannya padahal aku selalu membawanya kemanapun tapi kenapa baru berdering sekarang? Saat kulihat nama yang terpampang pada ponselnya, aku mengernyit bingung.

Ummi peri<3

Accept                Reject
  📞                    ❌

Islammu Maharku (Sudah Terbit)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang