22. Kencan? (Zhang Yi)

5.6K 842 17
                                        

RASANYA aku ingin marah dan menjual anak itu agar anak itu tahu rasa. Bagaimana tidak, ini adalah acara kencanku dengan Hayfa tapi si bocah es krim, Juno malah ikut. Jika tidak ingat dia anak dari Chorim Noona dan Hayfa yang begitu menyayanginya, sudah pasti aku akan memukul kepala anak itu.

"Ya! Kenapa kau harus mengajak Juno?" desisku dan menatap tajam Juno. Enak saja bahkan anak itu dengan gampangnya berada didalam pelukan Hayfa. Ya bocah kurang ajar itu tadi meminta Hayfa untuk menggendongnya dan berbicara apa saja seolah-olah menganggapku tidak ada. Sialan!

"Hyung ... Kau tidak menyukaiku ya?" Bocah itu menatapku dengan sedih dan takut. Tapi itu semua hanya akting bocah itu. Aku tau anak itu sebenarnya tidak takut kepadaku. Bahkan dulu saat bersamaku bocah itu sempat mengamuk dan berteriak kepadaku karena telat membelikan es krim. Aku berdecih, masih kecil sudah penuh drama, aku yakin jika anak itu menjadi aktor pasti akan sukses besar.

"Sunbae jangan menakuti Juno," ucap Hayfa dengan kedua alis ditekuk. Hei kenapa aku? Juno menjulurkan lidahnya padaku. Aku langsung menatapnya dengan kesal.

"Maaf Sunbae, aku harus membawa Juno bersama kita." Aku sedikit terdiam.

'Kita'? Oh hei hanya dengan mendengar Hayfa mengatakan kata itu sudah membuatku mengangkat senyumku. Apa Hayfa tidak sadar dengan ucapannya? Mungkin ada sedikit kemajuan? Semoga saja. Tapi tunggu. Aku masih kesal dengan anak kecil itu, aku lantas menyeimbangkan langkahku dengan Hayfa. Memang sejak tadi Hayfa dan anak es krim itu ada didepanku dan aku dibelakang mereka, terlihat seperti bodyguard saja. Hei! Ini acaraku dengan Hayfa kenapa terlihat seperti acara Hayfa dengan bocah itu? Menyebalkan!

"Kenapa? Kenapa tidak letakkan saja anak itu ditempat penitipan anak?" tanyaku masih kesal.

Hayfa menghela nafas lalu melirikku sekilas. "Tidak bisa. Wanita sepertiku tidak boleh berduaan dengan seorang pria."

"Karena perintah agamamu? Lagi?" Hayfa hanya mengangguk dan berdehem mengiyakan. Aku menghela nafas, sepertinya aku mulai terbiasa dengan alasan gadis itu dan akhirnya kami berjalan menyusuri indahnya kota Seoul saat malam hari. Setidaknya tadi kami menggunakan bus untuk berjalan-jalan, Hayfa menolak menggunakan mobilku entahlah kenapa, tapi gadis itu hanya menjawab karena lebih banyak orang jika menggunakan bus.

Aneh. Tentu saja mengendarai mobil hanya sedikit orang, tidak mungkin kan aku harus memasukkan orang satu desa? Lagi pula ramai sangat tidak nyaman, apalagi jika itu dalam bus. Sudah menyesakkan dan juga kadang rawan, aku tidak habis pikir dengan pemikiran gadis itu. Dan harusnya sekarang aku membuat gadis itu merasakan romantisme bersamaku, seperti pasangan-pasangan yang sejak perjalan kami temui. Aku mendengus mengingat karena siapa aku dan Hayfa tidak bisa seperti yang aku bayangkan untuk kencan kali ini.

Dengan sedikit memendam rasa kesal aku bertanya dengan lembut pada Hayfa setelah memasuki pusat perbelanjaan dan kami berdiri ditengah keramaian. "Hayfa-ya, kau ingin pergi kemana?"

Hayfa menurunkan Juno dari gendongannya. Akhirnya lepas juga. "Juno ingin pergi kemana?" tanya Hayfa. Hei! Itu pertanyaanku untukmu! Kenapa kau menanyakannya pada Juno si kurang ajar itu?! Kesalku dalam hati.

"Ya! Hayfa, aku menanyakannya padamu," ucapku.

"Noona, aku ingin ke tempat permainan." Aku langsung menatap tajam Juno.

"Ayo Sunbae kita ketempat yang Juno katakan." Tanpa mengubris pertanyaanku gadis itu langsung berjalan dan Juno yang lagi-lagi menjulurkan lidahnya padaku.

Dengan terpaksa aku menuruti permintaan mereka dan berjalan masuk kedalam lift menuju tempat bermain yang berada dilantai atas.

***

Islammu Maharku (Sudah Terbit)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang