-🌼🌼🌼-
Ava menatap horor kearah Ten.
Namun mendadak ia teringat dengan ancaman pria itu, membuat tubuhnya seketika berdiri dan bahkan menjauh hingga satu meter dari kursi.
Cara memandang Ten yang memang tajam menjadi berkali-kali lipat lebih tajam. Dan sialnya, tatapan tajam itu dialamatkan kepada Ava.
"Sejak kapan kau tiba, dude?" Suara milik Andrew lah yang terdengar pertamakali.
"Pergi"
Andrew mengangguk mengerti kemudian mendirikan tubuhnya untuk segera pergi dari tempat itu.
"Pergi atau ku tunjukkan sekarang juga kebrengsek-an ku itu untuk membuatmu pergi, Ava"
Langkah Andrew otomatis berhenti, sementara Ava segera melangkah secepat mungkin mengamankan diri dari tempat itu.
Tak membuang waktu, tepat saat tubuh Ava tak lagi terlihat, sebuah pukulan mendarat di sisi kiri wajah Andrew.
-🌼-
Ten berjalan dengan langkah cepat menghampiri Ava yang berusaha tenang di atas sofa ketika menyadari pria itu mulai mendekat.
Untung saja para pengurus yayasan sudah berada di dalam kamar, sehingga tak akan terlalu memalukan bagi Ava jika Ten melakukan hal yang tak terduga nantinya.
Benar saja, tangannya terasa ditarik begitu keras oleh, oleh siapa lagi, Ten tentunya. Membuat tubuhnya berdiri secepat tarikan tangan itu.
Ava tak berniat mengeluarkan satu kata pun. Bahkan membiarkan tangannya tetap ditarik oleh pria itu. Kemana pun Ten membawa Ava, doanya hanya satu,
Semoga itu bukan tempat tertutup yang menyulitkan ku ketika ingin lari.
Dan kali ini mungkin pikirannya terlalu berlebihan. Nyatanya Ten memaksanya masuk ke dalam mobil.
Ketika Ten membawa mobil itu ke jalur berbeda, Ava tahu tujuan Ten kali ini.
Melakukan perjalanan dari New York ke Virginia dengan mobil!
Saat ini, dan bahkan sejak tadi, tak ada satupun dari mereka yang memulai percakapan.
Haruskah seperti ini sampai enam jam kedepan!?
Dalam hati Ava merutuki jarak antara Virginia dan New York.
-🌼-
Seperti yang di duga, enam jam berada dalam mobil tak ada suara sama sekali yang terdengar dari Ava maupun Ten.
Hingga ketika mereka sampai, Ava merasa bersyukur telah terbebas dari suasana mencekam selama enam jam tadi.
Kakinya menuntun Ava berjalan kearah perumahan yang justru disebut kamar tamu oleh para Reszrey. Seluar biasa itu mereka hingga rumah pun hanya dianggap kamar, pikir Ava.
Satu menit berjalan, dirinya menyadari sesuatu.. tubuhnya segera berbalik, dan ya.. dugaannya benar.
"Aku akan ke kamar, Ten"
"Lalu?"
"Lalu aku akan jalan ke arah ini dan kau pergilah ke arah kamar mu sendiri."
"Jangan terlalu percaya diri. Tujuanku saat ini saja yang searah dengan mu"
"Kemana?"
"Di ujung sana" ucap Ten sembari mengarahkan dagunya kearah yang ia maksud.
Itu, itu kamar ku, bodoh!
KAMU SEDANG MEMBACA
AfT : Unexpected [END]
General FictionThe new story begin, when we meet again. Siapa yang menyangka jika dalam waktu sepuluh tahun dapat mengubah hidup seseorang dengan cukup signifikan. Di usia 28 tahun, Ten dan Ava kembali bertemu. Memberi sensasi seperti semua dimulai dengan kisah ya...
![AfT : Unexpected [END]](https://img.wattpad.com/cover/213244257-64-k698807.jpg)