Hola!
Saya mau cerita sedikit, beberapa hari terakhir tugas kuliah yang cukup banyak membuat saya sedikit susah fokus ke beberapa hal, salah satunya ke cerita ini. Jadilah cerita ini cukup lama tidak update lagi dan baru bisa lanjut hari ini.
Tapi akhirnya lanjut lagi, kan.
Meskipun sepertinya tidak akan setiap hari seperti sebelumnya.
Oke, itu saja.
Selamat membaca~
CrLth.
______________
.
.
.
.
.
-🌼🌼🌼-
Bisa dibilang pernikahan ini adalah momen yang sangat dinanti-nantikan oleh kedua orangtua Ten maupun Ava bahkan sejak putra-putri mereka itu masih menginjak usia belia.
Itulah yang menjadi alasan hingga semua urusan pernikahan dengan semangat ditangani oleh Atthar, Rennaya, Tiffany, dan Jean. Meskipun tentu saja, para mama lebih mengambil banyak andil dalam urusan penataan ruangan, dan segala hal yang berkaitan dengan keindahan.
Jadilah, Ava dan Ten yang diberi beban cukup memilih penampilan seperti apa yang akan dikenakan ditubuh mereka nanti dan mempersiapkan energi untuk menghadapi banyaknya tamu undangan pada hari pernikahan mereka.
Seperti yang dikatakan oleh Ten sebelumnya, hari ini adalah jadwal pertama mereka melakukan fitting baju pernikahan. Ten dengan tuxedo nya dan Ava dengan gaunnya, tak lupa juga Zelo yang akan mencoba setelan jas yang akan ia kenakan nanti.
Ava bersyukur fitting dilakukan di apartemennya karena Ten telah meminta para tim desainer terkenal untuk membawa hasil rancangan terbaik mereka.
Karena itulah saat ini, di apartemen Ava telah berjejer puluhan gaun dari lima desainer pilihan. Para desainer gaun pengantin itu diketahui Ava berasal dari berbagai negara dan merupakan desainer yang memiliki nama besar di dunia fashion. Kedatangan mereka kemari membawa serta tim yang akan membantu Ava, Zelo, serta Ten mencoba seluruh pakaian itu.
Sejenak melihat apa yang dilakukan Ten saat ini, sontak mengingatkan Ava pada sosok Ten yang perfeksionis dulu.
"Bagaimana?"
Gaun putih itu menyatu di tubuh Ava dengan begitu sempurna. Seakan meneriakkan bahwa gaun itu memang tercipta untuk mengklaim Ava sebagai pemiliknya.
"Kau bertanya?"
Ava menatap kesal Ten yang sejak tak tak mempedulikannya. Ia mengerti jika Ten bersikap seperti itu karena ada sosok Zelo di pangkuannya. Tapi, saat ini berbeda. Fokus Ten teralihkan pada ponsel yang ia tatap sejak tadi.
"Tidak. Aku bertanya pada Zelo."
"Bagaimana, Zelo?" Tanya Ava dan dibalas senyuman kagum oleh sang putra.
Bahkan tanpa menjawab pun, Ava jelas tahu makna tatapan Zelo saat ini.
"Mama Ava cantik! Zelo suka!"
Raut senang menghiasi wajah Ava saat itu juga. Dirinya bersyukur, hanya perlu mencoba tiga baju saja untuk akhirnya menemukan mana gaun yang las untuk dikenakan nanti.
"Aku ingin mengenakan yang ini." Ujar Ava kepada salah satu desainer itu. Dia wanita yang cantik, sama seperti gaun rancangannya. Pikir Ava.
Tak perlu ada sesi perkenalan lebih dulu karena Ava telah tahu nama setiap desainer itu. Dan gaun pilihannya saat ini, adalah rancangan dari desainer muda bernama Bianca Bysier.
KAMU SEDANG MEMBACA
AfT : Unexpected [END]
General FictionThe new story begin, when we meet again. Siapa yang menyangka jika dalam waktu sepuluh tahun dapat mengubah hidup seseorang dengan cukup signifikan. Di usia 28 tahun, Ten dan Ava kembali bertemu. Memberi sensasi seperti semua dimulai dengan kisah ya...
![AfT : Unexpected [END]](https://img.wattpad.com/cover/213244257-64-k698807.jpg)