The new story begin, when we meet again.
Siapa yang menyangka jika dalam waktu sepuluh tahun dapat mengubah hidup seseorang dengan cukup signifikan.
Di usia 28 tahun, Ten dan Ava kembali bertemu. Memberi sensasi seperti semua dimulai dengan kisah ya...
Selama beberapa saat tak ada respon yang terdengar setelah Ava mempertanyakan perihal penjelasan itu. Semua tampak kaku dan memiliki hal masing-masing dalam pikirannya.
Hingga suara Jean memecah keheningan, "Baiklah. Kau memang harus menjelaskan ini. Bahkan seharusnya, sebelum mengikat Ava dengan status pertunangan kalian"
"Tapi tidak disini. Cukup aku dan Ava saja."
"Paman tidak ingin kau memberitahu Ava hal yang tidak sesuai lagi, nak." Atthar menimpali.
"Tidak kali ini." Ucap Ten, "Aku janji."
-🌼-
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Kita sudah berjalan terlalu lama. Sebenarnya kau ingin memberitahuku dimana?"
Saat itu juga Ten menghentikan langkahnya. Terdengar jelas ketika pria itu menghembuskan nafasnya kasar.
"Apa yang kau rasakan ketika pertamakali melihat Zelo?" Tanya Ten tiba-tiba.
Zelo?
"Aku.. menyukai caranya menatapku, membuatku ingin memeluknya. Aku suka caranya tersenyum, sama seperti Cla, dan-"
"Benarkah seperti Cla?"
"Ya.." jauh dalam diri Ava mulai merasakan sesuatu yang ganjal tentang pertanyaan itu, "Kurasa begitu"
"Siapapun yang melihat Zelo tersenyum akan sadar jika wajahnya terlalu menyerupai dirimu, Ava"
Ava terdiam.
Entah mengapa ingin sekali rasanya dia segera menghentikan pembahasan ini.
"Jangan membuatku berpikir hal yang tak masuk akal, Ten"
"Katakan apa yang kau pikirkan."
"Tidak. Abaikan. Itu tidak mungkin" Ava memilih mengalihkan pandangannya ke arah lain. Namun tangan Ten mencengkeram dua sisi bahunya hingga membuat fokus Ava sepenuhnya tertuju pada pria itu.
"Kau ingin cara seperti apa untuk aku memberitahu mu tentang hal ini? Tak ada alasan lagi menutupinya sekarang. Ayah, ibu, bibi dan paman ingin aku memberitahumu sekarang Ava!" Ujar Ten frustasi.
Melihat kefrustasian Ten semakin membuat Ava tak mengerti.
"Apa sebenarnya yang ingin kau bicarakan Ten?"
Saat ini Ava tak bisa mengalihkan pandangannya kearah manapun. Ten menguncinya, tatapan pria itu menyelami matanya terlalu dalam.