XIV. Kesalahan

68 6 0
                                        

Mistake
🌼----------------🌼

-🌼🌼🌼-

Setelah puas bercengkrama dan menikmati segarnya udara malam, Ava dan Eleven memutuskan untuk kembali karena sesi kedua acara itu akan dimulai tak lama lagi.

Baik Ava maupun Ten berjalan dengan intensitas langkah yang sama menyusuri geladak sisi kanan kapal pesiar milik pribadi keluarga Reszrey itu.

"Aku menyukai suasana seperti ini. Bisa tenang, dan tak ada gangguan." Ujar Eleven.

"Ya. Aku juga menyukai ketenangan." Sahut Ava.

"Sepertinya berlibur di lain waktu dengan kapal ini bukan ide buruk. Bagaimana?" Tawar Eleven.

Deg.

"Ava?" Eleven menyadari tak kunjung mendapat jawaban dari Ava. Ternyata, wanita itu tak melanjutkan langkahnya entah mengapa.

Saat Ten mulai mendekat terdengar suara kecil dari Ava menjawab pertanyaan nya sebelumnya, "Y..ya.. itu.. bukan ide buruk, ku rasa.."

Eleven mengikuti arah pandangan Ava.

Oh. Ia tahu sekarang.

Ketika mata Ava masih tertuju pada hal yang menjadi penyebab langkahnya terhenti itu, pandangannya perlahan terhalang oleh tubuh sosok yang ia tahu merupakan Eleven sendiri.

Detik setelahnya dapat ia rasakan dingin berganti hangat di bahunya, itu karena jas hitam yang di pakaikan oleh Eleven.

"Tapi jika berlibur nanti, sebaiknya kau mengenakan pakaian yang lebih tertutup." Ucap Ten. "Disini dingin" lanjutnya.

Ya.. disini dingin.

Dan dirinya tak ingin berlama-lama di tempat itu.

"Acara akan dimulai. Kita harus pergi sekarang, El."

Ava kembali melanjutkan langkahnya. Ia berjalan, begitu cepat.

Untung bagi Eleven yang memiliki kaki panjang dan langkah lebar hingga bisa mengimbangi posisi Ava.

"Kenapa kau melakukan itu?"

"Berdiri di depan mu?" Tanya Eleven.

"Apa menurutmu aku cemburu?" Ucap Ava to the point.

"Apa aku salah?"

"Aku tak cemburu sama sekali. Mereka memang pasangan. Tak ada yang salah dengan itu."

Benar, kan?

-🌼-

Beberapa hal yang perlu dilakukan selama sesi kedua telah Ava ketahui karena mengikuti briefing tadi.

Salah satunya, mengenai apa yang akan disampaikan oleh Ten saat ini juga.

Memberikan pengumuman yang mungkin akan menjadi berita terpanas di banyak situs pemberitaan besok.

"Ada sesuatu yang ingin kami sampaikan." Ten memulai.

Semua tamu segera menempatkan fokus kepada pasangan yang sesaat lalu baru saja saling mengikat diri dengan status pertunangan.

"Berita yang akan kalian dengar mungkin akan sedikit mengejutkan, tapi kami rasa hal ini memang perlu untuk disampaikan. Ini demi.. masa depan putra kami."

Suara bising mendadak memenuhi ruangan itu. Tentu saja terdapat tanda tanya besar bagi mereka yang memang belum mengetahui keberadaan sang putra itu.

AfT : Unexpected [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang