XXXIV. Andrew

55 8 0
                                        

-🌼🌼🌼-

Abelard Inc.

Tatapan fokus seperti biasa Ava alamatkan ke layar komputer didepannya, sementara ibu jari kanannya sesekali menggeser kebawah kursor mouse ditangannya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tatapan fokus seperti biasa Ava alamatkan ke layar komputer didepannya, sementara ibu jari kanannya sesekali menggeser kebawah kursor mouse ditangannya.

Siapapun yang melihat pasti akan berpikir bahwa Ava sudah sangat terlarut dengan pekerjaannya saat ini. Namun, itu hanyalah yang terlihat saja.

Faktanya jalan pikir Ava sekarang justru bertolakbelakang dengan aktivitas yang sedang ia lakukan.

Sejak beberapa saat lalu, pikirannya membawa Ava mengingat kembali apa yang diucapkan oleh Zed kemarin malam.

Ava menghembuskan nafasnya pelan.

"Kau yang memulainya, maka kau pula yang harus menghentikan ini Ava." Ucapannya, pada diri sendiri.

Setelah mengatakan itu, tak membuang waktu bagi Ava untuk segera menghentikan pekerjaannya dan segera berjalam keluar dari ruangan.

Melihat Ava yang baru saja keluar dari ruangannya membuat sang sekretaris dengan cepat bergerak bangkit dari kursinya.

"Kumpulkan semua pekerjaan yang belum selesai dan kirim ke emailku. Aku akan pulang lebih awal."

"Baik, nyonya."

-🌼-

Matt Corp.

"Selamat pagi nyonya" sapa seorang wanita yang Ava tahu merupakan sekretaris Day.

"Day didalam?"

"Iya, nyonya" jawab sekretaris itu dengan nada sopan dan senyum santun diwajahnya.

Pintu yang jaraknya tak jauh lagi dari Ava itu, dibuka olehnya segera. Dan, terlihatlah sosok Day yang sedang berbicara dengan seorang pria yang kini hanya dapat Ava lihat punggungnya saja.

Fokus Day saat itu juga teralihkan pada Ava.

Dengan senyuman diwajahnya, Day meminta maaf akibat gangguan mendadak dari sang sepupu yang masuk ke ruangan itu tanpa tahu bahwa dirinya sedang dalam pembicaraan dengan kolega.

"Aku akan tunggu diluar" ucap Ava, meskipun ia tahu itu terlambat.

"Tidak, Ava. Kau duduk saja, aku tak akan lama" sanggah Day sembari memberikan kode agar Ava duduk tak jauh darinya.

"Ava?" Pemilik suara bass yang diketahui merupakan kolega Day itu kemudian membalikkan tubuhnya kebelakang.

Dan, betapa terkejutnya Ava atau mungkin hal yang sama juga dirasakan oleh pria itu ketika keduanya saling menatap satu sama lain.

"Andrew!?"

"Wow. Aku tak menyangka akan bertemu denganmu disini, Ava!"

"Kalian saling mengenal?"

AfT : Unexpected [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang