Tak perlu menganggap ini peringatan jika kata peringatan terlalu kasar bagimu.
🌼--------------🌼
-🌼🌼🌼-
Pagi itu tak secerah biasanya.
Meskipun cahaya matahari tak menyilaukan seperti biasa, namun mata Ava tetap membuka setelah lebih dari delapan jam tertidur.
Hal pertama yang ia lihat adalah wajah polos bocah kecil yang merupakan putra kandungnya.
Zelo.. kali ini aku berterimakasih kepada pria itu karena memberi nama Zelo untukmu.
Senyuman indah terukir diwajah Ava.
Meskipun kantuk Ava telah hilang sepenuhnya, namun sulit sekali rasanya untuk bangkit dari tempat tidur dan melepaskan rengkuhannya ditubuh kecil Zelo.
Bahkan tangan kanannya kini lebih erat memeluk Zelo yang masih setia dengan mata tertutupnya.
"Uwhhhh!!!"
Ava terkejut setengah mati ketika mendengar suara seseorang dibelakangnya.
Terlebih saat itu juga gerakan si pemilik suara tadi membuat kasur yang ditidurinya bergerak menimbulkan rasa tak nyaman bagi Ava.
"Ten, apa yang kau lakukan disini!?" Ava bertanya dengan suara berbisik setelah menengok sosok itu.
"Tidur." Jawab Ten santai. Begitu serasi dengan posisi pria itu yang meletakkan kedua tangannya kebelakang kepala sebagai bantal dan kedua kaki yang menyilang seperti sedang berjemur di pantai.
"Keluar."
"Tidak mau."
"Bukankah katamu privasi itu hak masing-masing? Jadi keluarlah." Ucap Ava dengan nada kesal, masih mengingat perkataan pria itu semalam.
Tak ada jawaban dari Ten.
Meskipun tak rela melepas pelukannya ditubuh Zelo, namun Ava memaksakan diri bangkit dari tempat tidur agar bisa menjauh dari Ten yang tampaknya memang tak memiliki niat sama sekali untuk pergi.
Ketika kakinya menyentuh lantai, hal yang segera ia lakukan adalah berjalan masuk kedalam kamar mandi.
Saat dikamar mandi Ava tak ingin membuang waktu untuk segera membersihkan tubuhnya.
Tapi,
Belum lama ketika dirinya memutuskan mandi saat Ava menyadari bahwa ada sesuatu yang menetes di antara kakinya.
Aku datang bulan?
Ava baru teringat jika tanggal datang bulannya sedikit mundur selama beberapa hari.
Kembali Ava melanjutkan aktivitas mandinya hingga ketika selesai, dirinya pun keluar dari kamar mandi berdesain klasik itu dengan baju mandi yang masih membungkus tubuhnya.
Kedua matanya menangkap sosok Ten yang masih dalam kondisi tertidur diatas ranjang.
Namun yang mengejutkan adalah, Zelo tak lagi ada, entah kemana.
Ava ingin bertanya perihal keberadaan Zelo, namun dirinya tak ingin menyadarkan Ten. Hal itu akan dimanfaatkan oleh Ava agar ia dapat mencari pembalut tanpa khawatir Ten melihatnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
AfT : Unexpected [END]
General FictionThe new story begin, when we meet again. Siapa yang menyangka jika dalam waktu sepuluh tahun dapat mengubah hidup seseorang dengan cukup signifikan. Di usia 28 tahun, Ten dan Ava kembali bertemu. Memberi sensasi seperti semua dimulai dengan kisah ya...
![AfT : Unexpected [END]](https://img.wattpad.com/cover/213244257-64-k698807.jpg)