XXXVIII. Privasi

70 7 0
                                        

Bahkan posisiku saat ini disebabkan karena kau sudah terlalu banyak melanggar privasiku.
🌼----------------------------🌼

-🌼🌼🌼-

Pembicaraan dengan Cla baru saja usai beberapa saat yang lalu. Saat ini Ava berencana untuk beristirahat karena hari memang sudah cukup larut.

Meskipun ingin sekali bermain dengan Zelo, namun Ava yakin bocah kecil itu sudah tertidur sekarang.

Lagipula terakhir yang ia lihat Zelo bersama Ten. Dan Ava sedang tak ingin menghabiskan waktunya untuk memperdebatkan hal konyol lagi dengan pria itu.

"Ava"

Ava mengurungkan niat untuk membuka pintu kamar didepannya ketika namanya dipanggil oleh suara seorang pria yang Ava tahu merupakan suara Eleven.

Ava berbalik saat itu juga.

"Ada apa El?"

Eleven mengindikkan bahunya, "hanya ingin menemuimu saja."

Kedua alis Ava terangkat, "begitu ya." Ava menoleh ke kanan lalu ke kiri, "disini?"

Eleven tampak berpikir sejenak sebelum menjawab, "apa tak masalah jika aku masuk ke.. dalam?"

Ava tahu maksud Eleven.

Melihat Ava yang tampak berpikir cukup lama, Eleven segera melanjutkan ucapannya..

"Sepertinya itu bukan ide bagus. Bagaimana dengan berbincang sambil menikmati angin malam?"

Ava mengangguk sebagai persetujuan.

Disaat itu pula senyuman manis terbentuk diwajah Eleven. Dan dengan gerakan pelan, pria itu menggeser posisi berdirinya agar dapat memberi jalan untuk Ava.

Entah kemana tujuan mereka. Keduanya hanya berjalan menyusuri  jalan yang membentang menghubungkan ruangan satu dengan ruangan lainnya itu.

Halaman kediaman Reszrey yang terlampau luas memberi keuntungan bagi mereka yang berniat menikmati udara malam sembari menghirup aroma tanaman yang berjejer rapi disisi kanan dan kiri jalan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Halaman kediaman Reszrey yang terlampau luas memberi keuntungan bagi mereka yang berniat menikmati udara malam sembari menghirup aroma tanaman yang berjejer rapi disisi kanan dan kiri jalan.

"Kau ada masalah ya?" Tanya Ava membuka percakapan.

Eleven menggeleng, "tidak."

Ava mengangguk pelan.

"Bagaimana kabarmu?"

"Kabarku?" Ava terkekeh mendengar pertanyaan Eleven yang terasa cukup formal baginya. "Baik."

"Syukurlah."

"Jadi tujuanmu menemuiku hanya untuk bertanya soal ini?"

"Aku perlu menanyakan itu, Ava. Takutnya kau terkena serangan jantung setelah aku mengejutkan mu waktu itu."

AfT : Unexpected [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang