XIX. Zed

73 5 0
                                        


-🌼🌼🌼-

New York

Sudah tiga hari sejak kembali ke New York. Banyak hal yang Ava dan para pengurus yayasan lakukan untuk mengisi waktu luang yang ada. Seperti mencoba meracik menu baru dan mencobanya bersama-sama, bermain kartu, menonton film, hingga saling berbagi pengalaman atau bertukar pikiran membahas hal penting hingga tidak penting, seperti yang sedang mereka lakukan saat ini.

Canda dan tawa yang terdengar menjadi bukti betapa asiknya suasana di balkon lantai dua itu.

"Sudah ku bilang, pria ini tak se kaku itu" ucap salah seorang dari mereka.

"Ya.. mungkin pemalu sebelum dikenal?" Sahut yang lain.

"Hei hei.. itu sopan santun namanya" si pria membela diri.

"Kau? Sopan? Pria sopan mana yang masuk kedal-" ucapan si wanita yang terhenti itu disebabkan karena si pria yang menjadi objek candaan mereka segera bergerak cepat menutup mulutnya.

"Wah wah ada apa inii?? Sepertinya ada sesuatu....."

Ocehan tak jelas, dan segala macam perdebatan yang diselingi tawa terus berlanjut.

Ava bersyukur tak ada satupun dari mereka yang membahas berita simpang siur selama beberapa hari terakhir mengenai dirinya, Ten dan Zelo.

Bahkan sejak kembali ke New York pun, hanya ucapan selamat dan turut berbahagia dari mereka para pengurus yayasan.

Nada pesan masuk yang begitu familiar di telinga Ava, menjadi fokus wanita itu saat ini. Tak menunggu lama, dirinya segera mengecek siapa pengirim dan apa isi pesan itu.

Zed
Kenapa mengganti nomormu?
Aku sulit mencari tahu bebe

Saya
Hanya ingin menenangkan diri saja.
Butuh fokus disaat mengurus kegiatan.

Zed
Aku seberpengaruh itu ya dalam hidupmu? Sampai kau akan hilang fokus karena ku

Saya
Kau terlalu mengagumiku hingga membuatku terganggu.

Zed
Aku mencintaimu..

Saya
Aku sudah bertunangan.

Zed
Aku akan menemanimu membuang cincin tunangan itu.

Saya
Cincin nya mahal. Sayang jika dibuang.

Zed
Cincin yang ku kasih beberapa hari lalu mahal bebe..

Saya
Itu bagus, akan ku simpan untuk calon istrimu nanti.

Zed
Ya, simpan dengan baik. Calon istri ku yang sedang menyimpan cincin itu saat ini.

Saya
Tunangan ku akan marah jika membaca pesan ini.

Zed
Seperti kau mencintainya saja.
Katakan dengan jujur, apa kau memiliki perasaan pada pria itu?

Saya
Tentu saja. Aku tak mungkin bertunangan jika tak memiliki perasaan apapun padanya.

Benci, maksudku. Ucap Ava dalam hati.

Zed
Jangan bohong. Aku ingat dengan jelas bagaimana ketidakakuran antara kalian saat sekolah dulu..

AfT : Unexpected [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang