Anniversary?
🌼---------------------🌼
-🌼🌼🌼-
BRAK
Kesialan tak hanya dialami oleh pintu kamar Ten, namun juga pintu kamar tamunya yang sekarang di tempati oleh Ava.
Tepat saat pintu itu tertutup, Ava menyandarkan tubuhnya di pintu itu sembari mengontrol nafasnya yang memburu.
Bagaimana orang tuaku sekarang? Apa mereka sudah melihat berita tentang ini?
Apa yang harus ku katakan kepada mereka nanti?
Jika ada wartawan yang membombardir ku beragam pertanyaan, apa yang harus ku jawab?
Dan..
Yayasan..
"Ya ampuuun" Ava mengusap wajahnya. Ia tak habis pikir setelah merinci ada begitu banyak persoalan yang harus ia hadapi setelah ini.
Emosinya telah menggebu sejak tadi.
Sayang sekali pria itu memilih pulang satu mobil bersama Cla sehingga ia hanya punya kesempatan memberi pelajaran pria itu saat sudah pulang saja.
Dan kedua orangtuanya, mereka pulang lebih dulu sebelum sesi kedua dimulai.
Itu bisa dibilang keuntungan dan juga kesialan baginya.
Untungnya, karena ia tak perlu melihat tatapan terkejut orangtuanya secara langsung.
Ruginya, karena ia tak dapat menjelaskan secara langsung dan detil dan jelas dan..
"Akhh!!!!"
Aku perlu istirahat. Ya, sebaiknya aku istirahat sekarang.
Untuk mempersiapkan diriku menghadapi besok. Hari yang pasti menjadi hari yang melelahkan untuk ku.
-🌼-
Pagi ini dirinya terbangun dengan tanda lingkar hitam di bawah matanya. Ava tahu itu, karena saat ini dirinya sedang menatap objek yang ditampakkan oleh kaca di depannya.
Sejujurnya ia takut untuk beraktivitas hari ini.
Diluar sana, orang-orang pasti sibuk berasumsi tentang dirinya.
Tentang masa mudanya, tentang status kegadisannya, dan tentang hidup bebasnya.
Yang mana, semua itu tidak benar!
"Ten.. kau menganggap ini seperti permainan, ya? Semudah itu?"
Ava tersenyum miris.
Ia tak akan mendramatisir keadaan. Tidak. Tidak akan. Ia hanya akan melakukan apapun yang membuatnya senang, tak peduli dengan sosok yang ia benci itu.
Sekelebat bayangan mendadak muncul di kepalanya..
Tangan itu memeluk erat tubuh wanita yang memang sejak tadi berada dalam pelukannya.
Sementara si wanita membalas pelukan itu tak kalah eratnya.
Situasi di ruangan itu sepi, terkecuali kehadiran sosok keduanya. Entah apa yang menjadi topik sebelum pelukan intens itu terjadi, tapi apa yang terlihat.. adalah betapa keduanya saling tak ingin melepaskan satu sama lain.
Ava membuang nafasnya sebanyak yang ia bisa.
Sebisa mungkin menampik sesuatu yang sejak semalam mengusik dirinya tanpa mampu ia kendalikan.
KAMU SEDANG MEMBACA
AfT : Unexpected [END]
General FictionThe new story begin, when we meet again. Siapa yang menyangka jika dalam waktu sepuluh tahun dapat mengubah hidup seseorang dengan cukup signifikan. Di usia 28 tahun, Ten dan Ava kembali bertemu. Memberi sensasi seperti semua dimulai dengan kisah ya...
![AfT : Unexpected [END]](https://img.wattpad.com/cover/213244257-64-k698807.jpg)