11

6 2 0
                                    

"Lah klian ngapain disini?" ucap seseorang.

Yuna dan juna mendongak melihat seseorang yang berada di hadapan mereka, sempat terkejut karena kedatangan kedua sejoli di hadapannya ini Begitu pas dengan yuna dan juna yang juga berada di sana.

"Salsa? Aril?" ucap yuna terkejut oleh kedatangan sepasang kekasih tersebut.

"Makan lah, ngapain lagi?" jawab juna dingin, sedangkan yuna masih terdiam berperang dengan fikirannya soal kenapa ada salsa dan aril di sini.

"Kita gabung boleh ga?"

"Ga bo-..." ucapan juna terpotong.

"Iya boleh, duduk aja" sela yuna cepat.

"Yang, kursi kan masih banyak dan pada kosong-kosong, kenapa harus di sini?" perotes aril.

"Kamu kan tau kalo aku suka duduk di sini" balasnya wanita itu.

"Kalo niat mau bertengkar mening pindah sana, gue cuma pengen makan dengan tenang di sini" juna kembali berkata dengan wajah datarnya.

"Lo ngusir?"

"Kalo itu alasan yang cukup buat lo pergi dri sini anggap aja iya, gue cuma pengen makan dengan tenang" aril sangat tidak terima dengan penuturan juna, ia hendak berdiri dan melayangkan tinjuannya tapi segera di cekal oleh salsa.

"Yang, tahan emosi kamu. Jangan bikin keributan di sini, kamu mau nanti ayah kamu marah gara-gara pelanggannya kamu perlakukan ga baik?" aril mengurungkan niatnya saat mendengar perkataan salsa.

"Lestoran ini punya lo?" tanya yuna yang mendengar dan mengerti apa yang baru saja di ucapkan salsa.

"Iya, lestoran adinata milik ayahnya aril" jawab salsa ramah.

Berbeda dengan yuna, juna hanya terus terdiam dengan wajah datarnya sesekali menatap aril yang sama menatap dirinya dengan kesal.

Yuna dan salsa saling bertukar pertanyaan sedangkan juna dan aril masih saja diam, sampai pada akhirnya juna dan yuna selesai dengan makannya lalu yuna pamit untuk pulang pada salsa dan aril, sedangkan juna berjalan keluar duluan.

Memang awalnya yuna sempat sakit hati melihat salsa dan aril tapi rasanya tidak sesakit saat awal, rasanya yuna bisa mengimbanginya sekarang.

Motor juna berhenti di hadapan pekarangan rumah yuna.

"Na, makasih ya hari ini lo udah baik banget sama gue" ucap yuna seraya memberikan helem pada juna.

"Iya. santai aja kali, tante fani udah pulang?"

"Orang bilangnya tiga hari, tapi kayanya ayah pulang deh" jawab yuna saat melihat mobil ayahnya yang terparkir sempurna di garasi.

"Yaudah deh kempot, gue balik ya"

"Enak aja lo tiang, ngatain gue kempot" yuna mencubit perut juna, membuat juna memekik kesakitan.

"Sakit kempot! Lagian emang kenyataan kan lo kempot?" juna memegangi bekas cubitan yuna terasa berdenyut.

Yuna menatap juna garang. "Bodo amat deh, udah sana lo balik!"

My Dimple Girl (THE END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang