LIMA√

455 141 30
                                    

Sang mentari menyapu wajah cantik Adira,perlahan mata coklatnya terbuka sinar sang mentari menembus indra penglihatannya.

Kaki mungil itu perlahan mengijak lantai membawanya menuju kedalam kamar mandi, tak lama suara percikan air jatuh menggema didalamnya.

Cukup lima belas menit untuk menyegarkan badan kembali kini Adira sudah merasa segar dengan wajah fresnya. Hari ini hari dimana ia bersantai ria tanpa gangguan dari Alvaro.

"Ra ayok turun sarapan dulu"ucap Vanesa dari lantai bawah.
"Sebelas dua belas ni ma si sebastian"ucap Adira sambil tersenyum mengingat kegakwarasan Sebastian.

Perlahan langka demi langka sampai juga di ruangmakan. Adira menatap berbagai hidangan sampai matanya menatap makanan kesukaannya.

"Wuiss jengkol"ujar Adira semangat
"Khusus mama buatin buat kamu"
"Thanks ma,tau aja lagi pengen jengkol"
"Jangan banyak banyak Ra,masih pagi"
"Siap komandan"

Mereka berdua memulai sarapan, Adira sangat menikmati jengkol buatan mamanya, sangat enak.

••• ••• •••

Berada di tengah keramaian dengan posisi sendirian cukup tidak mengenakan. Setelah sarapan tadi Adira merasa bosan dirumah akhirnya dia berniat jalan jalan ke taman yang tak jauh dari rumahnya.

Setelah mengelilingi taman sambil melihat berbagai ciptaan Tuhan disini, akhirnya ia memutuskan duduk di kursi yang tersediah di taman ini.

"permisi mbk"suara berat khas laki laki menembus indra pendengaran Adira, ia memutar bola matanya kesamping dan mendapatkan sosok laki laki tengah berdiri disebelahnya.

"Elo.. Ngapain sih disini"ujar Adira sinis yang merasa terganggung dengan kedatangan laki laki ini.

"jodoh kita Ra"ucap Alvaro sambil terkekeh
"Amit Amit"
"masa sih" goda Alvaro

Tadi sebelum ketaman ini Alvaro pergi menuju Rumah Adira dan ternyata kata mama Adira dia pergi ketaman yang tak jauh dari rumahnya, ini siatif Alvaro menyusul Adira ketaman.

"Ra jalan yuk,"ajak Alvaro
"ogah"
"Yhok la Ra bentar doang"
"gak ya enggak,"kata Adira sinis

Alvaro gemas ia pun menggendong Adira dan tindakan Alvaro itu mampu menarik perhatian banyak orang di taman ini.

"Turunin nyet, malu gue"ujar Adira sambil memukul lengan Alvaro
"isshh diem, gue gak akan nurunin elo sampek elo mau jalan sama gue"
"maksa banget lu"
"biarin"
"oke gue mau, tapi turunin gue sekarang"

Alvaro menurunkan Adira dari gendongannya menurut Adira biarlah berjalan sebentar dari pada malu dengan kegilaan yang Alvaro perbuat.

"Yuk"Alvaro menggegam tangan Adira membawanya ke tempat parkiran montor.

Sesampai di parkiran mereka berdua menaiki motor Alvaro dan motor Alvaro meninggalkan area taman ini.

"Enaknya jalan kemana Ra?"Tanya Alvaro
"kuburan"jawab Adira asal

"Apa plaminan"ujar Alvaro pura pura gak denger ucapan Adira.

"kuburan nyet"ucap Adira jengkel
"hehehe elu si Ra, lagi serius juga malah bercanda"

"gue serius"
"yakin?"
"Gak"
"Love you to"
"Gila"

Alvaro terkekeh melihat espresi jengkel dari wajah Adira. Menurut Akvaro ketika Adira marah cantiknya malah makin namba.

••• ••• •••

Cukup satu jam akhirnya mereka sampai ditempat tujuan Alvaro. Mereka berdua turun, kali ini Adira menurut dengan semua ajakan Alvaro karena moodnya lagi baik.

Adira(ON GOING) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang