Sunset Diatas Dermaga

4.4K 258 0
                                        

Lalu aku dan mas adi naik jetski berkeliling di pantai lepas. Waktu kecil dulu aku pernah naik jetski bersama papa, tapi sekarang semakin jarang karna papa tak se bugar dulu.

Kita sempat berhenti di tengah laut, belum tengah banget sih tapi. Aku memeluk erat mas adi dari belakang, bukan karna takut tapi karna senang aku bertemu seseorang seperti dia.

"dek kamu bawa handphone? Dimasukin waterporff ga?" ucap mas adi

"iya, kenapa? Mau foto?"

"sambungin ke gopro mas nih biar lebih bagus" mas adi menyerahkan kamera gopro yang sudah terpasang dengan tongsisnya

Aku mengambil gopro nya lalu menyambungkan dengan handphone ku. Setelah tersambung kita bisa berfoto sepuasnya. Aku juga punya kamera canon dan mungkin sekarang sedang di pakai papa dan mama karna mas adi dan david memakai gopro mereka.

Ternyata berfoto diatas jetski dan ditengah pantai lepas itu menyenangkan. Sesekali mas davin menghampiri menggunakan selancarnya hanya untuk memotret aku dan mas adi, katanya moment nya sih bagus.

"dek liat sunsetnya mau dari sini aja? Diatas jetski biar bagus" tanya mas adi

"di dermaga aja mas.. Kan ada dermaga tuh, lagian sama papa belum tentu boleh kan senja" jelasku

"yaudah deh.. Eummm kamu mau nyetir jetski ga? Mas ajarin biar nanti bisa nyewa dua kan lebih leluasa geraknya"

"takut.. Dan pasti nyewa jetski itu mahal kan mas? Aku gamau ngerepotin mas adi?

"ssssttt... Gaboleh bilang gitu, mas kan nyenengin kamu dek"

"aku takut mas.. Berdua aja ya, kalo ga kita sewa motor roda 4 terus susuri pesisir pantai gimana? Kalo itu aku baru mau nyetir sendiri" jelasku

"yaudah nanti kita turun deh.. Tapi mas masih mau naik jetski, kita deketin mas davin sama david yuk!"

Aku dan mas adi lanjut berkeliling diatas jetski lagi dan kali ini kita menghampiri mas davin dan david yang asik berselancar. Sebagai keturunan satuan laut, aku dan kedua saudaraku tak pernah takut bermain di laut lepas.

Setelah puas bermain dengan jetski, aku dan mas adi turun ke darat untuk menyewa motor roda empat. Mahal? Pasti. Mungkin bagi mas adi, menyenangkan ku adalah hal yang paling wajib.

Aku dan mas adi bertemu papa dan mama yang sejak tadi asik berkeliling ditepi pantai menggunakan motor roda empat dan sesekali berfoto menggunakan kameraku.

"dek mau nyetir ga nih? Biar nyewanya dua" tawar mas adi merangkul ku.

"siapa takut huhh! Mas pikir aku gabisa naik motor roda empat? Jangan pernah nyepelein dokter ya gini gini juga jiwa barbarnya masih ada" ucap ku

"oohh barbar ya barbar"  mas adi menyubit pipi ku

Aku dan mas adi menyewa 2 motor roda empat sekaligus. Dan kita berkeliling bersama, senang sih tapi rasanya jadi aku merepotkan mas adi yang harus keluar uang banyak.

*****

Pukul 17.20 kita menyudahi semuanya. Sudah puas bermain, saatnya membersihkan diri dan makan lagi. Bermain air cukup lama membuat perut ini lapar.

Setelah makan, tepat saat sunset. Aku dan mas adi berjalan menuju dermaga untuk melihat sunset yang ku rindukan. Kenapa tidak? Sunset membuatku tenang dan nyaman, belum lagi warna jingga yang membuat hati menjadi sejuk.

Saat sampai di ujung dermaga, mas adi memelukku dari belakang. Menguatkan kedua tangannya melingkar di perutku, aku membalas memegangi kedua tangannya.

     "soal pengeluaran mas adi apa gue tanyain sekarang aja ya? Moment nya pas kayanya" batin ku

Melihat ku yang murung memikirkan sesuatu. Mas adi menelingkup wajah ku dari belakang.

"kenapa? Ada yang kamu fikirin atau ada yang kamu rasain dek? Bilang sama mas?" ucap mas adi

"mas.. Mas keluar biaya banyak ya buat hari ini.. Aku gaenak sama mas aku ngerepotin mas ya... Maaf mas nanti aku ganti kok" ucapku dengan nada merasa bersalah.

Mas adi melepas pelukannya itu dan beralih menjadi menghadap ku dan menatapku. Dia juga kembali menelingkup wajah ku dengan tangannya yang sedikit kasar.

"dengerin mas... Mas cuma mau kamu bahagia dek, mas bakal lakuin apa aja.. Kalaupun harus mas jadi miskin, gapapa dek yang penting buat kamu... Kamu tau kenapa mas lakuin ini sama kamu?"  tanya mas adi

Aku menggeleng dengan tempo lamban dan di balas senyuman manis dari mas adi.

"karna mas sayang sama kamu, mas itu cinta sama kamu dek... Mas udah janji kan kalau pangkat mas udah kapten dan karir kamu udah bagus, mas akan datang kerumah bawa ayah dan ibu buat lamar kamu dek"  ucap mas adi menggenggam tangan ku dan menaruhnya di tengah dadanya.

Aku tersenyum dan menjatuhkan diri dalam pelukannya. Tak terasa airmata ini tumpah begitu saja. Mas adi yang merasakan bajunya basah karna terkena air mata ku tak tinggal diam, dia langsung mengusap air mata ku.

Aku kehabisan kata kata untuk ini. Aku benar benar menyayanginya, mencintainya dan ingin memilikinya sebagai cinta terakhir ku.

Setelah itu aku dan mas adi menikmati sunset berdua di dermaga ini. Tak ada pasangan lain selain aku dan mas adi padahal ini malam minggu.

"sunsetnya udah habis... Ayo ke masjid sholat maghrib dulu, abis itu pulang"  ucap mas adi mengelus kepalaku yang tersandar di bahunya

"ya lepasin dulu dong tangannya dari kepala nih gabisa gerak.. Berat tau tangannya" dengus ku

"hih kamu ni ya.. Ayo ah" mas adi merangkulku kali ini dan mengajakku kembali ke pendopo.

Saat di pendopo kita bersiap sholat di masjid dekat pantai. Harus tetep inget sholat ya readers.

Setelah sholat kita kembali ke ibu kota, lelah pasti dan kalau kemalaman bisa bisa sampai di ibu kota pukul 12 malam nanti.

Sesuai perjanjian kali ini mas davin yang menyetir dan di temani david yang duduk di depan. Aku dan mas adi anteng di paling belakang agar aku bisa leluasa bersandar pada mas adi hahaha.

Baru setengah jam perjalanan badan ku sudah tak bisa di ajak kompromi. Aku ngantuk aku lelah, ingin tidur pastinya.

Lalu aku bersandar di bahu mas adi. Dia sedang bermain handphone nya, chatting dengan ibunya. Mengirimi foto foto saat di pantai tadi.

Mas adi yang tersadar bahwa aku bersandar di bahunya pun meletakkan ponselnya, membenahi posisi agar aku nyaman. Sesekali mas adi juga mengelus lembut kepala ku.

"cape ya?" tanyanya yang ku balas dengan anggukan kecil

"kan mas udah bilang jangan nyetir... Tidur ya"  tangannya tak henti mengelus kepalaku

"adi.." panggil papa "saya lihat kamu benar benar serius dengan ira.. Benar begitu?" tanya papa yang membuatku semakin yakin pada mas adi

"benar pak... Saya sudah bilang pada ira setelah saya kapten nanti, saya akan datang menemui bapak dan ibu untuk melamar ira" ucap mas adi

        "deg degan mulu gue ni ah gara gara salting" batin ku tersenyum

"lamaran? Ah serius pah?" tanya david dengan wajah serius menengok ke belakang

Papa menjitak kepala david "kamu tu kakak nya mau serius cari jodoh malah kaya gini.. Udah jangan menggantung sama kakak kasian kan" sahut papa

David lalu membalikkan badannya lagi ke arah depan. Aku hanya tersenyum di bahu mas adi, dia juga tersenyum senyum dengan hal itu.

Perwira Pelautku {Extra Part}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang