Tak berselang lama, ku dengar ada yang datang kerumah. Suara mobil nya ku kenali aku tau itu pasti mas adi. Orang orang di kamar ku keluar dan menyisakan aku yang sibuk dengan skripsi ku saat ini.
Tak tau menau kenapa aku mengerjakan ini sambil menangis. Sedih dan lelah saja rasanya harus mengulang dalam waktu sesingkat ini.
Aku berusaha menghapus air mata ku yang terus saja mengalir tak berhenti. Apa ini titik terlelah ku?
*****
Adi POV
Malam ini setelah pulang tugas, aku di minta papa ira untuk kerumah nya. Mengambil printr ira dan membenarkannya. Apapun soal ira pasti ku lakukan🤗
Setelah isya aku langsung kerumah ira. Kangen juga sih kan udah lama ga ketemu, ira juga sibuk mau wisuda.
Tapi saat aku sampai dirumahnya, aku mendengar kabar buruk dari orang tuanya.
Gimana tidak? Ira terpaksa mengulang semua bagan skripsinya karna hilang dari flashdisk nya. Aku meminta izin untuk menemui ira, untungnya mereka mengizinkan dan mereka percaya padaku.
Tok tok...
"assalamualaikum ira.." ucap ku saat berada di ambang pintu kamarnya
"walaikumsalam" jawab ira dengan nada cuek nya. Aku tau dia pasti lelah
"boleh masuk?" ira mengangguk sebagai jawaban
Aku masuk dan duduk di samping nya. Ga disamping sih tapi di depannya. Ku lihat ada beberapa tissue disana, aku tau dia menangis.
"jangan nangis... Kamu ga akan gagal wisuda, mas ada disini buat kamu. Kapan pun kamu butuh mas.." ucap ku mengusap pipinya yang basah dengan air mata
Bukan senyuman yang ku dapat. Tapi dia justru menangis. "aku cape mas.. Aku ga akan wisuda tahun ini, biarin tahun depan aja!" katanya dengan air mata yang terus mengalir.
Aku tau dia lelah saat ini. Dia terpaksa seperti ini karna keadaan saat ini. Aku jadi tak tega meninggalkannya dan berfikir malam ini akan tinggal disini untuk menemaninya.
"gaboleh nangis.. Jangan nangis jangan nangis. Mas tau ira cape makannya mas disini buat ira, mas bantu ya. Kamu dikte aja mas yang ketik" ucap ku meraih laptopnya
"mas.. Aku.. Laper" ucapnya lirih membisik di telinga ku. Aku tersenyum mengiyakan ucapannya, dan tak berfikir lama aku langsung mengambilkannya makanan di dapur.
Adi POV Off
*****
Mas adi benar benar datang saat ini. Seperti seseorang yang selalu ada tanpa ku minta. Dia orang yang sangat pengertian bahkan aku sudah merasa seperti istrinya.
Dia bilang dia akan membantu ku dan membiarkan ku tak bekerja terlalu keras memaksakan diri saat ini. Yang membuatku cinta dia juga hal ini:)
Karna emosi mungkin ya, sekarang aku lapar lagi wkwk. Tadi makan disuapi mama ga berasa juga sih karna sibuk sama laptop. Jadi sekarang mas adi sedang mengambilkan ku makanan di dapur.
"ni mas udah ambilin kamu makanan.. Sekarang kamu makan dulu" ucap mas adi masuk kedalam kamar ku dan membawa senampan makanan dan minuman untuk ku
"gamau." ucap ku jahil
Mas adi mendengus dan itu yang membuat ku terkekeh karnanya. Dia lucu kalo lagi mendengus gitu.
"becanda unchhhhh" aku mengambil makanan itu dan mas adi tersenyum menatap ku
"gitu dong.. Sambil dikte ya mas ketik" tawar nya
"kalo lagi makan itu gaboleh ngomong nanti keselek.. Emmm mas tangan aku pegel banget abis ngetik panjang" kode ku minta disuapi
KAMU SEDANG MEMBACA
Perwira Pelautku {Extra Part}
Fanfiction"Jika kalian memandang menjadi istri seorang prajurit adalah suatu kesenangan karna terjamin, kalian salah karna suka duka hidup bersama prajurit itu berat" "Perwira bukan hanya mencintai wanita tapi dia mencintai negaranya, dia rela berkorban nyaw...
