I'm Sorry

3.3K 208 2
                                        

"siap salah pak, saya mohon maafkan saya. Saya berdiri disini karna ingin menjelaskan apa yang terjadi dan ingin meminta maaf pada ira dan bapak" ucap ku secara lantang

Bukan berarti aku tak sopan bila bicara pada yang lebih tua dengan lantang. Tapi aku tau porsi prajurit  yang sejati dan pasti laksmana juga paham akan hal itu.

"sikap plank hingga ira pulang. Lakukan!" perintah laksmana

"siap lakukan!" aku langsung mengambil sikap plank. Yaitu sikap push up namun tumpuan pada siku

"kalau kau lelah silahkan push up. Tapi jangan sekali kali kau bangkit sebelum ira masuk kerumah ini. Mengerti?!"

"siap mengerti"

ADI POV Off

*****

Tumben sekali hari ini aku pulang terlambat. Hanya sekedar meeting dengan direktur rumah sakit perihal PKL anak anak SMK Farmasi di daerah sini.

Pukul 7 malam aku sudah dijalan pulang saat ini. Ya tentunya aku diminta mengawasi satu siswi sebagai asisten ku, bersama ketrin pastinya.

Sudah seharian ini aku tak mengabari mas adi begitupun sebaliknya. Tetap pada arah positif thinking mungkin dia sedang sibuk sekarang.

"laper sih.. Eumm makan dirumah aja deh" gumam ku yang kini tengah fokus menyetir.

Entah, firasat ku juga mengatakan kalau lebih baik aku segera pulang. Tak tau apa alasannya, yang pasti aku akan mengikuti firasat ku kali ini untuk pulang kerumah. Mungkin mama masak makanan kesukaan ku hahaha.

"loh motor dinas? Tumben mas davin pulang pake motor dinas. Apa ada tamu mas davin dirumah?" aku segera memarkirkan mobil ku di luar pagar. Ada tamu, tak sopan bila parkir didalam sekarang.

Aku segera turun dari mobil dan membuka gerbang rumah ku. Terlihat pintu depan terbuka dan ada sepasang sepatu PDL disana. Pasti memang ada tamu.

"assa-lamualaikum... Loh papa mas adi" kejut ku saat melihat mas adi dengan posisi plank. Terlihat juga banyak peluh yang mulai menetes

"adi bangun" ucap papa

"siap!" mas adi bangun dan berdiri tegap. Peluhnya cukup deras di dahi. Aku tau tangannya pasti kram.

"papa ngapain mas adi?" tanya ku setelah menyalami papa

"biar dia tanggung jawab atas semua kesalahannya. Adi saya tau kamu benar serius dengan anak saya dan saya yakin kamu tau apa yang harus kamu lakukan" ucap papa menatap jeli pada mas adi

"terimakasih pak! Dan mohon maaf atas kejadian ini, saya berjanji tidak akan mengulanginya" sahut mas adi memberi hormat dan menyalami papa.

Setelah itu papa pergi kedalam dan aku mempersilahkan mas adi untuk duduk. Aku izin kedalam untuk menaruh barang yang ku bawa sembari membuatkan minuman untuk mas adi. Tak lupa juga sapu tangan untuk lap keringatnya.

***

"minumnya mas.. Diminum dulu, emm ini ada handuk kecil buat lap keringatnya" ucap ku

"makasih"

Diam. Bungkam. Tak bersuara. Semua itu hadir saat ini di tengah tengah aku dan mas adi. Aku tak tau harus bicara apa dan aku canggung untuk memulainya.

Yang aku lakukan hanya sesekali meliriknya yang tampak kelelahan. Sesekali aku berdehm untuk mencairkan semuanya tapi mas adi seperti tak merasakan itu.

Tiba tiba mas adi menggeser meja dan dia berjongkok di depan ku sambil memegang kedua tangan ku. Mendongak menatap kearah ku dan tersenyum. Air mata yang terbendung kini kulihat di mata indahnya.

Perwira Pelautku {Extra Part}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang