"udah 3 hari aku telat. Aku positif?" gumam ku di depan cermin kamar mandi sambil memegangi perut rata ku.
"dek ngapain di kamar mandi? Ambilin jam tangan mas dong" ucap mas adi dari luar kamar mandi
Aku pun keluar dari kamar mandi memberi jam tangannya dan sedikit merapikan embel embel nya yang sedikit miring.
"ngapain di kamar mandi? Gada suara gemercik air juga" tanya nya
"ngga. Udah ayo sarapan" aku lalu bergegas pergi keluar kamar setelah merapikan embel embel nya.
Hari ini perasaan ku sungguh tak tenang. Aku seperti mempunyai banyak masalah tapi aku tak tau masalah apa itu. Perasaan ku gelisah yang entah kegelisahan apa sebenarnya.
Saat sarapan pun aku hanya menghabiskan setengah sarapan ku dan sisanya di habiskan mas adi. Mungkin sekarang ia juga bingung dengan sikap ku pagi ini yang bahkan aku sendiri tak tau perasaan apa ini.
*****
Author POV
Dhamira pergi kerumah sakit diantar oleh Alia. Adik dari suaminya. Padahal tadi Adi telah mengajak untuk diantar olehnya tapi Dhamira menolak entah dengan alasan apa.
Pagi ini mood Dhamira juga sedang benar benar tak tau arah. Kadang dia senang dan kadang dia sedih. Dari yang dia tau dari tanda tanda ini adalah dia seharusnya memasuki hari pertama datang bulan atau menstruasi. Tapi dia sudah terlambat beberapa hari.
"sus.. Dokter kandungan yang sudah datang siapa?" tanya Dhamira pada suster administrasi
"dokter Bobby dok.. " sahut suster itu
Dhamira mengangguk dan lalu meninggalkan meja administrasi. Dia berjalan menuju ruangannya yang nampak belum datang suster asisten nya. Dia segera menuju ruangan Dokter Bobby untuk bertanya seputar kehamilan. Bagaimanapun seorang Dokter tak bisa memeriksa dirinya sendiri.
Dhamira mengetuk pintu ruangan Bobby dan Bobby mempersilahkan masuk. Terlihat Bobby tengah asik dengan ponsel nya dan asisten nya sedang sibuk memeriksa jadwal prakteknya.
"Kenapa Ra?" tanya Bobby setelah mempersilahkan Dhamira untuk duduk.
"aku telat.. 3 hari.. T-tapi tanda tanda itu belum ada Bob" ucap Dhamira "bisa periksa aku?"
"udah uji coba pake testpack?" Dhamira menggeleng "kamu coba pake testpack dulu.. Aida, di laci nakas ada testpack ambil satu"
Suster yang di sebut Aida itu menurut dan memberikan testpack itu pada Dhamira. Dengan yakin Dhamira masuk kedalam kamar mandi membawa Testpack itu untuk kemudian dilihat hasilnya.
Cukup lama Bobby menunggu Dhamira keluar dari kamar mandi ruangannya. Akhirnya Dhamira keluar dari kamar mandi dengan raut wajah yang Bobby tak mengerti apa arti nya.
"kenapa Ra apa ada yang salah?" tanya Bobby dengan Dhamira yang berjalan masih memandangi Testpack nya
"ini tandanya.. Samar samar, ada merah ada biru. Semua garis satu"
Bobby menerima Testpack itu dan melihatnya. Benar, di Testpack itu terdapat 2 garis samar samar berbeda warna. Bobby tau, antara kembar berbeda kelamin. Atau memang belum terbentuk adanya janin pada perut Dhamira.
"kita periksa lebih lanjut ya.. Hasilnya pasti baik" Dhamira menurut.
Sementara di kantor Dermaga Tanjung Priok. Adi dengan perasaannya yang gelisah dengan sikap Dhamira sejak pagi tadi. Dia pun tak tau kenapa dengan Istrinya. Dia tak punya salah sebelumnya. Atau Dhamira marah saat ia tadi pagi menyuruh Dhamira mengambilkan jam tangannya?
KAMU SEDANG MEMBACA
Perwira Pelautku {Extra Part}
Fanfiction"Jika kalian memandang menjadi istri seorang prajurit adalah suatu kesenangan karna terjamin, kalian salah karna suka duka hidup bersama prajurit itu berat" "Perwira bukan hanya mencintai wanita tapi dia mencintai negaranya, dia rela berkorban nyaw...
