E p i l o g

399 25 24
                                        

-Di a/n bawah nanti mau ada cast Mehra dkk pas udah dewasa. Jadi, jangan di-skip, yaaa!
-Bintang di pojok kiri bawahnya jangan lupa dipencet, ya!

“Kalau untuk menyatukan langit dan bumi saja mudah bagi-Nya,
Apalagi hanya untuk menyatukan kita?”
📚📌LoveMath📍📊
-fa_mujahiddah11-

“Kalau untuk menyatukan langit dan bumi saja mudah bagi-Nya,Apalagi hanya untuk menyatukan kita?”📚📌LoveMath📍📊-fa_mujahiddah11-

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Astagfirullah, ya Allah!"

Aku berjalan setengah berlari, sambil sesekali menoleh ke belakang. Lalu ayunan langkahku terhenti, bersamaan dengan semakin memburunya embusan napasku.

Setelah puas beristirahat sejenak sambil menenangkan diri, aku melempar pandang ke segala arah.

Nihil.

"Huft …."

Aku melanjutkan perjalananku yang sempat tertunda. Kini dengan langkah demi langkah yang kuayun dengan lebih tenang. Degupan jantungku yang tadinya terasa menggedor-gedor dada, pun, sudah kembali normal.

Aku merogoh tas selempang yang kupakai, mengambil ponsel dan segera menelepon seseorang untuk secepatnya menjemputku--sembari mencari tempat duduk. Karena kalau tidak, "orang itu" pasti akan kembali lagi.

"Ya Allah, tolonglah hamba-Mu ini!"

Namun, tiba-tiba sebuah amplop putih terjatuh ke atas rok gamis yang kukenakan, membuat netraku yang semula terpejam seketika terbelalak.

Ketika kulihat tak ada orang yang bisa dicurigai di sekitarku, ketakutanku justru semakin menjadi. Apalagi, saat indra penglihatanku membaca sederet kalimat pada permukaan amplop putih tadi.

-Here's a small letter for you, my sweetest girl-

A--apa maksudnya?!

Sekonyong-konyong, sepasang tangan menutup kedua mataku.

"A--"

"--Hei, ini aku! Maher!"

"Hah? Maher?"

Maher pun melepaskan bekapannya di mulut dan mataku, sebab tadi aku sempat akan berteriak.

"Abang!" Aku langsung berdiri dan menghambur ke pelukannya. "Aku takut," cicitku dengan kedua mata yang sudah berkaca-kaca.

Kurasakan ada sebuah tangan yang mengusap-ngusap pelan punggungku. "Kenapa, hm?" tanya Maher.

"Tadi kayak ada yang ngikutin aku gitu." Aku mengurai pelukan kami. "Semenjak hari di mana aku dan Arsen dikejar para paparazi dua belas tahun yang lalu, aku jadi takut kalo ke mana-mana sendirian.

[SYaHS1] LoveMath | SELESAI✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang