[TAHAP REVISI]
Aksa Baskara merupakan seorang siswa di SMA Kartika yang juga menjabat sebagai ketua geng motor bernama Harlex. Ia dikenal sebagai sosok yang keras dan tak mengenal ampun. Sekali seseorang berselisih dengannya, Aksa tidak akan membiar...
Dimalam hari ini Aksa Baskara tengah bersiap di Apartement miliknya untuk pergi ke sebuah club bersama dengan sahabat-sahabatnya.
Ia memakai kaos oblong putih yang dilapisi jaket kebanggaan Harlex dan sebuah kalung. Jaket Harlex yang bergambarkan kepala tengkorak bersayap dengan mahkota beserta 3 bintang, tercetak jelas di belakang punggungnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam Aksa sudah selesai bersiap-siap. Lelaki itu memasuki lift untuk menuju ke basement.
Setelah sampai disana, Aksa mengambil motor kesayangannya itu.
Aksa melajukan motornya membelah jalanan ibu kota yang sudah terlihat lenggang. Sekitar 25 menit, akhirnya ia telah sampai di tempat yang biasa dikunjungi bersama dengan anak Harlex.
Baru beberapa langkah, ia langsung disambut dengan bau alkohol dan suara musik yang kencang. Aksa dapat melihat teman-temannya yang berada di table pojok.
Lelaki itu berjalan menghampiri dan langsung duduk tepat di samping Galang.
"Udah dari tadi?"
Damar menggeleng "Baru sekitar 10 menitan"
Aksa kebingungan melihat mereka yang hanya berempat. Mustahil fajar tidak ikut ke tempat ini "Fajar kemana?"
"Lo kayak ga tau fajar aja"Tawa Damar.
"Tuh anaknya, lo liat noh"Arkhan menunjuk Fajar yang memegang gelas minumnya sambil menari bersama wanita ditengah-tengah kerumunan orang.
Aksa hanya tersenyum tau sekali kebiasaan temannya itu.
┈┈┈┈
Sudah lebih dari 3 jam mereka berada disana. Fajar kini mabuk berat, ia sudah seperti orang gila, meracau tidak jelas.
Tiba-tiba, tanpa mereka duga keributan terjadi di meja bar. Terlihat disana seorang gadis mencoba melawan pria yang sudah berumur. Meski badannya sudah limbung akibat mabuk, tetapi dengan kesadaran yang tersisa membuatnya mencoba bertahan.
Bagas memicingkan matanya mencoba melihat wajah cewe tersebut. Beberapa menit Bagas mengamati cewe itu , ia tersadar ternyata gadis adalah murid baru disekolah mereka "Itu bukannya anak baru yang dikantin tadi khan?" tanyanya pada kepada Arkhan.
Arkhan menatapnya dengan mata terbelalak, tak menyangka seorang murid baru bisa sampai di tempat seperti ini.