CHAPTER 06# PENYERANGAN?
Sebelum membaca, vote dan spam komen dulu yaa.
Happy Reading, Beautiful.
.
.
.
.
.
.
Waktu berlalu tanpa terasa dan kini hari Senin pun tiba. Seluruh orang kembali menjalani aktivitas seperti biasa.
Pagi itu, semua murid SMA Kartika telah berkumpul di lapangan untuk melaksanakan upacara bendera rutin setiap Senin. Mereka berdiri berbaris dengan tertib sebagai tanda kesiapan mengikuti upacara, termasuk Aluna dan teman-temannya.
Namun, ketenangan tersebut mendadak terusik oleh suara keributan dari ujung lapangan. Perhatian mereka pun tertuju ke arah sumber suara. Tampak Bu Susi, guru BK yang terkenal killer di SMA Kartika, tengah memarahi enam anggota inti Harlex karena tidak mengenakan atribut sekolah secara lengkap.
"KALIAN INI SUDAH BERAPA KALI SAYA BILANG, KALAU HARI SENIN ITU ATRIBUTNYA DIPAKAI" Ucap Bu Susi dengan emosi yang meluap-luap.
Keenam ini harlex hanya memasang muka datar. Dari tadi Busu tidak berhenti mengoceh, telinga mereka sudah sakit mendengarnya celotehan guru itu.
"Sekarang kalian berbaris di depan sana" Inti Harlex mengikuti perintah guru mereka.
Setelah itu upacara bendera dilanjutkan kembali. Sudah sekitar 10 menit semua murid Sma Kartika berdiri dilapangan. Matahari sudah diatas kepala, tetapi kepala sekolah tidak berhenti berbicara.
"SEMUA PERHATIAN KEMARII!! kalau kalian masih ribut saya tidak akan menyelesaikan upacara ini" Ucap Pak Darto selaku Kepala Sekolah SMA Kartika.
Sontak semua murid langsung terdiam "Kalian lihat mereka ini. Jangan ikuti kebiasaannya, yang tidak pernah menaati aturan. Masih sekolah saja begini, apalagi masuk dunia kerja nanti" Lanjut Pak Darto sambil menunjuk nunjuk keenam inti Harlex.
┈┈┈┈
Aluna dan ke empat temannya sedang berada di kantin, jam istirahat pertama sudah berbunyi sedari tadi.
"Aluna" Panggil Dara
Aluna langsung menengok ke sumber suara tersebut "Iyaa"
"Malam minggu lalu lo nginep di tempat Aksa?"
Sial!
Secepat itu Dara mengetahuinya.
Alleta, Caca dan Vina yang mendengar ucapan Dara seketika langsung menatap Aluna.
"Iya, mereka nolongin gue waktu gue digangguin sama orang gajelas di club"jawab Aluna sesantai mungkin.
"Kenapa bisa lo ada disana? " Ujar Caca menatap Aluna penasaran.
Aluna gugup, ia tidak mau teman-teman barunya tau kelakuan dan sifat aslinya. Aluna takut mereka akan menjauh.
"Itu gue cari suasana baru aja" Jawab Aluna kikuk dan mereka hanya mengganguk saja.
Sedangkan di meja yang lain keempat inti Harlex sedang memperhatikan mereka kecuali Aksa dan Galang, mereka hanya menikmati makanannya
"Si Aluna itu anaknya suka main diclub juga yah" Ucap Fajar sambil melihat Aluna yang disana sedang tertawa bersama sahabatnya
"Iya, gila sih anaknya ternyata suka dunia malam juga" Saut Damar.
"Gue suka tuh cewe kayak gitu" Ucap Bagas tersenyum.
"Ngomongan cewe mulu. Liat noh makanan lo pada udah pada dingin" Ucap Arkhan seperti emak-emak yang memarahi anaknya.
"Iya abang Arkhan. Makan nih kita"
"Sa" Panggil Galang tiba-tiba.
Aksa menoleh kepada Galang menaikkan alisnya sebelah seolah berkata "Kenapa?"
"Daniel tadi nelfon gue anak-anak Zegaza
semalem ngeroyok salah satu Anggota Harlex. Kata Daniel, dia nelfon berkali-kali tapi ga diangkat" Ucap Galang sedikit was was. Ia takut jika nanti Aksa kelepasan. Cowo itu bisa saja nanti meluapkan emosinya dikantin, Galang tidak mau orang-orang yang dikantin melihat emosi Aksa yang tidak bisa terkontrol.
Mendengar ucapan Galang, cowo itu menggebrak meja penuh kemarahan. Semua murid yang sedang menikmati makanan kaget dengan sikap Aksa yang seperti itu termaksud Aluna DKK yang juga menatap ke meja Harlex.
Galang yang menyadari mereka jadi pusat perhatian langsung menenangkan Aksa "Tahan emosi lo. Kita udah jadi perhatian orang-orang"
Aksa mencoba meredakan emosinya, cowo itu langsung berdiri dari tempat duduknya "Rooftop" Aksa berjalan keluar kantin, diikuti dengan temannya yang lain.
"Kenapa bisa?" Tanyanya sesampainya di rooftop.
Galang menggelang "Gua juga ga tau"
Aksa mengacak rambutnya frustasi. Ia bersumpah kalau anggotanya sampai kenapa-kenapa, Zezaga habis ditangannya "Terus keadaanya gimana?"
"Katanya ga parah, untungnya dia bisa kabur dari anak-anak Zegaza"
Damar, Fajar, Bagas dan Arkhan hanya bisa terdiam. Mereka takut jika salah bicara karena melihat Aksa yang sedang dilanda emosi.
Aksa mengepalkan tangannya kuat-kuat sampai uratnya menimbul keluar, rahangnya mengeras, tatapan cowo itu lurus kedepan. Ia menahan mati-matian emosinya agar tidak kelepasan.
"Ntar malem kita serang" Ucapnya final.
Terima kasih sudah membaca cerita pertama aku. Mohon maaf bila terdapat kesalahan kalimat di beberapa part. Jika ingin memberikan saran atau masukan, dipersilahkan.
Salam Sayang Dari Aku.🤍
KAMU SEDANG MEMBACA
AKSA BASKARA [END]
Teen Fiction[TAHAP REVISI] Aksa Baskara merupakan seorang siswa di SMA Kartika yang juga menjabat sebagai ketua geng motor bernama Harlex. Ia dikenal sebagai sosok yang keras dan tak mengenal ampun. Sekali seseorang berselisih dengannya, Aksa tidak akan membiar...
![AKSA BASKARA [END]](https://img.wattpad.com/cover/235862812-64-k97961.jpg)