CHAPTER 01# PERTANDINGAN
Haloo, sebelum kalian membaca, aku mau menyampaikan bahwa cerita ini lagi di tahap revisi dan mungkin saja nantinya ada part yang diubah. Mohon maaf bilang ada beberapa kata yang tidak nyambung atau salah penempatan.
Terima kasih sudah memilih cerita aku.
Sebelum membaca, vote dan spam komen dulu yaa.
Enjoy Your Reading, Beautiful.
.
.
.
.
.
.
Deru puluhan motor memenuhi jalanan malam, membentuk barisan panjang yang menarik setiap pengendara. Motor berwarna hitam milik Aksa Baskara berada barisan paling depan, orang-orang yang menyadari keberadannya otomatis menyingkir.
Dibalik reputasinya sebagai Ketua Harlex, Aksa merupakan sosok yang sulit untuk di dekati. Tak seorang pun benar-benar mengetahui apa yang ia pikirkan karena ia lebih sering menyimpan semuanya sendiri.
Setelah menempuh perjalanan selama 15 menit, iring-iringan motor Harlex memasuki arena balapan. Begitu tiba, mereka langsung disambut dengan riuhnya sorak penonton.
Aldi menarik sudut bibirnya, menciptakan senyum sinis yang terkesan meremehkan "Gue pikir lu bakal sembunyi di balik nama besar geng sampah lo itu"
Aksa tidak langsung merespon. Cowo itu membuka helmnya, bagi Aksa ucapan Aldi hanyalah angin lewat "Kalau cuma modal bacot mending lo cabut"
Ekspresi meremehkan di wajah Aldi mendadak hilang. Rahangnya mengeras, menyiratkan emosi yang sebentar lagi akan meledak "Gue pastiin malam ini lo bakal lepasin jaket kebanggan lu itu"
Aksa terkekeh pelan "Kalau gitu buktiin" Ia kembali menaiki motornya.
Kedua pasang mata fokus pada aspal di depan dari balik visor helm masing-masing. Begitu kain dilemparkan, kepulan asap ban membubung seiring laju motor Aksa dan Aldi yang melesat bagai peluru, membelah angin malam.
Aldi langsung menundukkan badannya sedatar mungkin dengan tangki motor untuk mengurangi hambatan angin, sementara Aksa menempel ketat di belakangnya, memanfaatkan slipstream untuk menyalip di tikungan akhir.
Garis finish sudah membentang di depan mata, setelah tikungan tajam terakhir. Aldi yang mulai panik melihat motor Aksa berhasil menempel ketat di sisi kanannya, langsung berbuat nekat. Cowo itu dengan sengaja membanting stang motornya ke kanan.
BRAKKKK!!
Aldi menyenggol bodi motor Aksa dengan keras hingga ban belakangnya sempat kehilangan cengkeramannya sehingga memercikan api dari aspal.
"Mampus lo, Aksa" Aldi tersenyum puas di balik visor helmnya, ia yakin lawannya akan tersungkur.
Namun, Aksa tidak panik bukannya mengerem, ia justru menegakkan motornya sepersekiam detik, memanfaatkan momentum benturan untuk melakukan counter-streer dengan presisi yang gila. Begitu motornya stabil, Aksa memutar gasnya habis-habisan, mengambil jalur dalam yang kosong akibat Aldi yang terlalu melebar setelah menyenggolnya.
Motor Hitam Sang Ketua Harlex melesat mulus melewati garis finish.
Aldi membuka visor helmnya kasar dengan nafas memburu dan wajah yang sudah merah padam. Cowo itu menahan emosi dan malu di waktu yang sama.
Aksa turun dari motor dengan santai, lalu menatap Aldi dengan senyuman meremehkan "Senggolan lo kurang keras. Belajar lagi!" Ucapan Aksa barusan seketika membuat para anggota Harlex naik pitam.
"ANJING LO CURANG!!"
"BANGSAT"
"SIALAN LO"
berbagai macam makian yang di lontarkan anggota Harlex kepada Aldi si Ketua Vegas.
"Bangsat lo Al! Ga punya malu lo main kotor gitu?! Udah curi start, nyenggol ketua gue lagi" Ucap Damar Emosi.
"Kalau ga tau balapan, mending lo narik odong-odong aja anjing" Saut Bagas.
Suasana semakin panas, makian-makian yang dilayangkan anak-anak Harlex membuat kuping anggota Vegas memerah.
"Banyak bacot lo, bangsat!"
BUGHHH!
Tanpa peringatan, salah satu anggota Vegas melayangkan bogem mentah tepat di rahang anggota Harlex.
"Harlex sampah! Ga usah sok suci lo semua!" Teriak anggota vegas, memancing sorak amarah.
Melihat anggotanya yang sudut bibirnya pecah dan mengucurkan darah, kilat mata Aksa berubah mematikan. Ia tidak bersuara, dengan satu gerakan, Aksa membelah kerumunan.
BUGHHH!! KRAKKK!!
Satu hantaman keras dari Aksa mendarat telak di hidung anggota Vegas yang baru saja memukul anak Harlex tadi. Bunyi tulang rawan bergeser terdengar mengerikan, disusul dengan tubuh lelaki itu yang langsung ambruk tak sadarkan diri.
Seketika kekacaun terjadi setelah Aldi yang berteriak memerintahkan Vegas untuk menyerang Harlex. Dua anggota Vegas mencoba mengeroyok Aksa tetapi cowo itu bergerak layaknya monster. Bagi Aksa, tidak butuh waktu lama untuk menumbangkan dua orang tersebut. Fokusnya hanya satu, Aldi.
Cowo itu melangkah lebar, menerobos baku hantam, lalu mencengkeram jaket Aldi dengan satu tangannya. Aksa yang sudah emosi tidak terkontrol langsung membanting tubuh Aldi ke kap mobil yang terparkir.
BRAKKK!
Aldi meringis kesakitan.
"Gue udah bilang, waktu gue mahal"Suaranya rendah tapi begitu mengintimidasi di tengah riuhnya perkelahian "Dan lo udah buat waktu gue terbuang dengan urusan sampah kayak gini"
Aksa mempererat tekanan di leher Aldi, membuat cowo itu kesulitan bernafas.
"Kunci motor lo sini" Ucapnya penuh penekanan.
Anak-anak Vegas yang melihat ketua mereka tak berdaya di bawah cengkeraman Aksa perlahan menghentikan pukulannya. Ketakutan mulai menjalar. Harlex benar-benar mendominasi.
Aldi, dengan sisa nafas yang tersedat, menatap Aksa yang terlihat seakan ingin membunuhnya. Ia tahu, jika ia menolak, Aksa akan benar-benar mematahkan tangannya malam ini. Dengan tangan yang gemetar menahan sakit dan malu, Aldi merogoh saku celananya. Ia mengeluarkan sebuah kunci lalu menyerahkannya kepada Aksa.
Aksa merebut kunci itu dengan kasar, lalu melepaskan cengkeramannya hingga Aldi merosot jatuh ke Aspal.
Aksa mengangkat kunci motor itu tinggi-tinggi ke udara, memberi kode kepada seluruh anggotanya "Cabut"
Anak-anak Harlex menyeringai puas, mundur teratur sambil memberikan tatapan mengejek pada sisa-sisa anggota Vegas yang babak belur, meninggalkan Aldi yang terduduk sambil meratapi kekalahan paling memalukan dalam hidupnya.
Terima kasih sudah membaca cerita pertama aku. Mohon maaf bila terdapat kesalahan kalimat di beberapa part. Jika ingin memberikan saran atau masukan, dipersilahkan.
Salam Sayang Dari Aku.🤍
KAMU SEDANG MEMBACA
AKSA BASKARA [END]
Dragoste[TAHAP REVISI] Aksa Baskara merupakan seorang siswa di SMA Kartika yang juga menjabat sebagai ketua geng motor bernama Harlex. Ia dikenal sebagai sosok yang keras dan tak mengenal ampun. Sekali seseorang berselisih dengannya, Aksa tidak akan membiar...
![AKSA BASKARA [END]](https://img.wattpad.com/cover/235862812-64-k97961.jpg)