[TAHAP REVISI]
Aksa Baskara merupakan seorang siswa di SMA Kartika yang juga menjabat sebagai ketua geng motor bernama Harlex. Ia dikenal sebagai sosok yang keras dan tak mengenal ampun. Sekali seseorang berselisih dengannya, Aksa tidak akan membiar...
Haloo, sebelum kalian membaca, aku mau menyampaikan bahwa cerita ini lagi di tahap revisi dan mungkin saja nantinya ada partyang diubah. Mohon maaf bilang ada beberapa kata yang tidak nyambung atau salah penempatan.
Terima kasih sudah memilih cerita aku.
Sebelum membaca, vote dan spam komen dulu yaa.
Enjoy Your Reading, Beautiful. . . . . . .
Aksa Baskara adalah seorang Ketua Geng Motor Harlex yang sangat terkenal di seluruh penjuru kota. Harlex diketahui sebagai geng motor yang tak akan memberi ampun pada lawannya, walaupun begitu mereka memiliki jiwa sosial yang tinggi. Setiap sebulan sekali para anak-anak Harlex berbagi makanan kepada orang-orang dijalanan.
Dibalik reputasinya sebagai pimpinan geng motor yang segani, Aksa Baskara juga termaksud cowok terpopuler di SMA Kartika. Ia banyak dikagumi oleh kaum hawa, baik di sekolahnya maupun diluar. Wajahnya yang sangat tampan dengan hidung mancung dan tatapan tajam mengintimidasi serta jangan lupakan rahang yang tegas membuat pesonanya semakin sulit diabaikan begitu saja.
┈┈┈┈
Malam ini, seluruh anggota Harlex dari berbagai kalangan sekolah telah berkumpul. Mereka sedang bersiap menuju ke arena balapan untuk menonton sang ketua yang bertanding melawan Aldi, Ketua Geng Motor Vegas. Aldi sangat berambisi untuk mengalahkan Harlex. Entah karena iri dengan kejayaan Harlex saat ini atau ada dendam tersendiri.
"Udah siap semuanya??" Teriak Galang, salah satu anggota inti Harlex.
"SIAPP" Jawab mereka kompak.
Setalah itu, Galang masuk kedalam markas untuk menghampiri Aksa "Ayo sa, ga lama lagi jam 10"
"Yaudah ayo" Ucap Aksa dan berjalan keluar.
Jalanan ibu kota di penuhi oleh anak-anak Harlex. Aksa sebagai ketua, memimpin paling depan dan dibelakangnya terdapat inti Harlex yaitu Galang, Arkhan, Bagas, Fajar dan Damar. Sementara itu, seluruh anggota Harlex lainnya mengikuti sang ketua.
Tak terasa sekitar 30 menit seluruh anak Harlex sudah sampai di arena balapan. Mereka sudah bisa melihat disana ada Aldi dan juga anak Vegas lainnya.
"Hallo, si ketua Harlex yang paling di segani" Sapa Aldi dengan senyum miring penuh ledekan.
"Ga usah basa basi, langsung aja" Aksa menaiki motornya kembali, bersiap melawan Aldi.
Kedua lelaki itu saling bertatap dengan sorot mata yang penuh dendam. Di depan mereka telah berdiri seorang wanita yang sudah memegang sapu tangan "SATUU"
"DUAA"
"TIGAAAA!!!" Teriak wanita itu seraya melemparkan sapu tangannya keatas pertanda bahwa pertandingan telah dimulai.
Aksa dan Aldi langsung melajukan motor mereka, saling berlomba untuk menjadi yang pertama sampai di garis finish.
Di tingkungan pertama Aksa memimpin paling depan, ia tersenyum tipis dan tanpa Aksa sadari tingkungan selanjtunya Aldi sudah berada di sampingnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Dengan tiba-tiba Aldi memotong jalur Aksa sangat dekat dan menendang motornya. Hal ini membuat Aksa oleng karena kehilangan keseimbangan dan bannya sedikit tergelincir. Untungnya ia tidak terjatuh.
"Sialll!!" Umpat Aksa dan tanpa membuang waktu, ia segera melajukan motornya kembali mengejar Aldi.
Dibalik helmnya Aldi tersenyum lebar, ia sangat puas "Rasain lo"
"Kok lama yaa" Arkhan khawatir, tidak biasanya Aksa selama ini.
Selang beberapa menit motor Aksa sudah terlihat dari jauh. Dan lagi-lagi Aksa memenangkannya walaupun ia sempat oleng karena kelakuan Aldi.
"GILEEE.. KETUA GUA NIH" Fajar menepuk tangan sambil tersenyum dengan bangga.
Aksa turun dari motornya lalu menghampiri anak-anak Harlex yang lain. Tidak lama dari itu terlihat Aldi dari kejauhan.
"See!! Lo ga akan bisa menang dari gue, walaupun main dengan cara curang"
Damar yang mendengar itu kaget" Bangsat, lo curang ternyata"
"Cuihh! ketua macam apa mainnya curang" Saut Damar.
"Liat aja nanti, gue bakal bikin lo dan seluruh anggota Harlex bertekuk lutut dihadapan gue" Tanpa rasa malu Aldi berucap dengan pedenya.
"Pede banget si banci" Ucapan Bagas membuat Aldi naik pitam, tanpa berkata-kata ia langsung melayangkan bogeman kepada bagas, untungnya bagas dapat menghindar.
Suasana semakin memanas, saut-sautan antara anggota Harlex dan Vegas membuat suasana semakin ricuh.
Kesabaran Aksa telah habis. Dalam hitungan detik Aksa melayangkan pukulan kepada Aldi dan para anggota kedua geng itu sudah saling memukul satu sama lain.
Pukulan bertubi-tubi dilayangkan Aksa kepada Aldi tanpa jeda. Lelaki itu sudah kehabisan nafas, sebisa mungkin ia menangkis tetapi tetap saja kekuatam Aksa diatasnya. Dengan paksa Aksa mengambil kunci motor Aldi, yang telah disepakti sesuai perjanjian.
"BANGSAT LO!! Gua udah cukup ladenin geng sampah lo itu. MATI LO ANJINGG!!" Pukulan Aksa semakin menggila.
Dari jauh terdengar suara sirine mobil, membuat Galang panik. Ia melihat Aksa yang masih saja tetap memukul Aldi walaupun suara sirine mobil itu sudah semakin mendekat.
Setelah pukulan terakhir yang membuat lawannya tumbang, Galang langsung menarik Aksa "Udah mau mati anak orang, buruan cabut"
Aksa tersadar, dengan sigap ia langsung mengerahkan semua anggota untuk pergi dari tempat itu.
"SEMUAA CABUTT CEPETANNN"Teriak Aksa
"Bawa motor Aldi"Aksa melemparkan kunci motor Aldi kepada salah satu anggotanya dan ia menaiki motornya diikuti seluruh anggota Harlex, mereka pergi dari sana dan kembali ke markas.
Terima kasih sudah membaca cerita pertama aku. Mohon maaf bila terdapat kesalahan kalimat di beberapa part. Jika ingin memberikan saran atau masukan, dipersilahkan.