Cemburu?

35 13 6
                                        

Di jam istirahat terlihat pada lapangan basket penuh dengan murid-murid terutama murid wanita. Apa yang terjadi?.
Ternyata pada jam istirahat itu ada dua kelas yang sedang bertanding bermain basket. Itulah yang membuat Susana lapangan sangat ramai. Di tambah satu tim pemainnya adalah kelas Bangchan, kelas para incaran siswi di sana.

Karena ingin menonton pertandingan itu juga, Ayiene, Daisy, Joan-ui, Enggie, dan Daelala bersama sama duduk di kursi panjang tepi lapangan. Mereka juga antusias memberikan tepuk tangan dan semangat untuk para pemain.

"Hyunjiiiiin!!".

"Bangchaannnn!!".

"Jeongiiiiiiinnn!!".

Nama satu satu pemain di beri semangat oleh murid penonton.

"Bangchaannnn! Bersemangat lah, aku kekasih mu memberikan semangat pada mu!". Seruan Soo Yun membuat murid-murid lainnya melirik tidak suka.

"Kenapa melihat ku begitu? Mau ku tarik matamu? Hah!!".

Namun karena takut tidak ada yang berani meladeni anak itu.

Permainan terus berlangsung dengan baik. Semua terlihat senang.

"Wahh keringat Bangchan banyak sekali, kau harus memberi nya handuk kecil Ayiene. Dan juga minuman agar menyegarkan tenggorokan nya itu". Rayu Enggie.

"Ah ide mu Sangat cemerlang, aku akan membelikan minuman pada Jeongin". Joan-ui langsung bergegas membelikan sebotol minuman.

"Ya Tuhan anak itu, padahal aku tidak bicara padanya tadi. O ya Ayiene kau juga harus begitu. Bukankah kalian dekat, lagi pula Bangchan tidak akan menolaknya bukan?". Enggie meyakinkan Ayiene lagi.

"Kurasa boleh juga, dia juga sudah perhatian padaku. Baiklah aku akan membelikan minuman untuknya, lalu handuk kecil yang lembut".

"Nah begitu!!!". Ucap Enggie,Daisy, Daelala kompak.

Ayiene meninggalkan pertandingan dengan menyusul Joan-ui yang sedang berdiri memilih minuman.

"Kau bingung ya Joan-ui?".

"Iya Ayiene, aku kan tidak pernah membeli dia minuman. Bahkan berbicara saja tidak pernah".

"Kau pilih saja minuman kesukaan mu. Nanti kau katakan bahwa ini minuman kesukaan mu mana tau dia juga menyukai nya? Kalian bisa lebih lama berbincang bukan?".

"Ah iya kau benar, baiklah aku akan membelikan yang ini. Kalau begitu aku tinggal ya,aku menunggu mu di tempat tadi".

"Baiklah, semangat!". Ayiene mengacungkan jempol pada Joan-ui yang sudah bersemangat itu.

Ayiene memilih salah satu minuman yang selalu di minum Bangchan. Ia sering melihat Bangchan meminumnya, dan barang kali itu kesukaan Bangchan.
Lalu ia pergi membeli handuk kecil yang sudah tersedia di sekolah.

...

Saatnya istirahat para pemain termasuk Bangchan. Ia terlihat duduk sendiri di pinggir lapangan tampak sedang mengelap keringat mengalir itu dengan pakaian yang dikenakan olehnya.

Soo Yun langsung menghampiri Bangchan dengan membawakan handuk kecil dan minuman. Duduk berdua di sebelah Bangchan yang tengah kelelahan itu membuat murid lain iri. Namun tidak ada yang berani mendekati Bangchan.

"Keringat mu banyak sekali ya, sini aku kering kan!". Soo Yun menepuk pelan pada leher Bangchan yang berkeringat menggunakan handuk itu.

"Ahh sudah sudah, tidak perlu Soo Yun. Aku bisa melakukannya sendiri".

"Biar aku saja Bangchan, sekali kali tidak apa kan. O iya ini minum lah, agar dirimu terlihat segar kembali". Soo Yun lalu memberikan sebotol minuman.

Always thereTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang