Ahh... Inilah hari yang di tunggu-tunggu para murid sekolah, hari di mana mereka akan melanjutkan atau tidaknya pendidikan, dan memutuskan kehidupan selanjutnya. Kelulusan.. ya hari ini saatnya mereka akan berpisah dan memilih jalan masing-masing, menempuh hidup baru, Susana baru, tempat baru, dan teman baru.
Ayiene... Seorang gadis pindahan harus merasakan dua kali berpisah dengan teman-temannya. Awal menjadi murid baru membuat dirinya sangat-sangat canggung dan pemalu. Daisy.. sahabat yang bisa merubah kehidupan gadis itu, lebih terlihat dan memiliki banyak teman. Yaa.. di dalam suatu hubungan persahabatan pasti ada yang namanya pertengkaran walaupun pertengkaran yang sederhana. Bukankah pertengkaran itu adalah bumbu-bumbu pelengkap dalam persahabatan? Agar lebih berhati-hati dalam menjaga hubungan itu.
Di temani Enggie, Daelala, Joan-ui, dan Eeyliez dalam setiap kisah cerita kehidupan sosok Ayiene. Bertemu dengan Chuniyan yang pada awalnya membenci Ayiene, dan juga sepupu kesayangan Ayiene yaitu Reean. Pertemuan yang menyenangkan.. banyak suka dan duka yang mereka hadapi, tak lupa delapan murid laki-laki yang selalu menjadi idola nya para gadis maupun ibu-ibu yaitu Bangchan, Lee know, Changbin, Hyunjin, Jisung, Felix, Seungmin, dan Jeongin.
Di sisi lain ini adalah hari yang di tunggu, namun di sisi lainnya ini adalah hari yang paling menakutkan. Seseorang yang dekat akan pergi demi masa depan. Entah kapan akan bertemu lagi.
~~~
Di suatu tempat yang akan dikenang banyak murid, ya itu lapangan besar sekolah yang menjadi saksi bisu aktivitas para murid-murid di sana. Semua berkumpul untuk merayakan kelulusan, tak sedikit yang menangis.. tentu saja, meninggalkan seseorang yang di kenal dekat itu tidak menyenangkan. Namun itulah yang harus di jalani setiap manusia.
"Heii Bangchan.. boleh kita foto bersama, sebagai kenang-kenangan..".
Seorang gadis yang memikat hati Bangchan mendekati dirinya, menyodorkan phonsel untuk berfoto bersama.
Tak perlu berfikir panjang, Bangchan langsung mengiyakan dan meminta seseorang untuk mengambil foto mereka berdua. Karena semua sibuk dengan aktivitas masing-masing, jadi tidak ada yang mau mengambil nya.. lalu..
"Perlu bantuan? Aku bisa membantu mu untuk mengambil foto kalian berdua". Ucap gadis yang membuat Bangchan tidak enak hati. Itu Ayiene..
Ayiene langsung mengambil phonsel dan.. cekrekk!.. beberapa foto berhasil di ambil dengan bagus. Phonsel milik Chuniyan, ya gadis yang meminta foto bersama itu adalah Chuniyan.
Dua orang itu sempat bertatap, mengingat pertemuan dia salah satu super market yang membuat mereka saling mengenal. Bangchan paham betul perasaan apa yang ada di dalam hati Ayiene, karena ia juga merasakan hal yang sama. Bangchan kembali merasa canggung untuk berbicara dan mengatakan selamat atas kelulusan, dan Bangchan sendiri juga merasa menjadi orang yang paling jahat di kehidupan Ayiene, entah kenapa.. tapi itu yang di pikirannya.
"Selamat ya..". Ucap Ayiene pada Bangchan dan Chuniyan.
"Terimakasih.. kau juga". Jawab Chuniyan.
"Aku tau kalian saling mencintai, kenapa tidak berpacaran saja? Kalian sangat cocok". Kalimat itu hampir membuat Bangchan dan Chuniyan kena serangan jantung. Mana mungkin Ayiene akan mengatakan hal itu, tapi ia sudah mengatakan nya beberapa detik yang lalu.
"Ma..maksudmu?..". Tanya Chuniyan memastikan.
"Ahh.. aku benci mengulang kalimat.. tapi baiklah aku akan mengulanginya lagi, hei.. kalian itu cocok kenapa tidak menjadi sepasang kekasih saja? Sudah cukup? Apa perlu ku ulangi lagi?".
KAMU SEDANG MEMBACA
Always there
Fiksi Remajaseorang gadis bertemu dengan Delapan remaja laki-laki ketika ia pindah sekolah. Membuat kehidupannya berubah. Berteman dengan mereka bukanlah hal yang mudah. Ia harus merasakan - Pembullyan - kekerasan - ancaman karena delapan remaja itu adalah in...
