seorang gadis bertemu dengan Delapan remaja laki-laki ketika ia pindah sekolah. Membuat kehidupannya berubah.
Berteman dengan mereka bukanlah hal yang mudah. Ia harus merasakan
- Pembullyan
- kekerasan
- ancaman
karena delapan remaja itu adalah in...
Kelakuan seorang Lee know hampir saja membuat nyawa gurunya sendiri melayang. Lee know beranggapan bahwa guru tersebut tak pantas untuk hidup.
Kini Lee know harus berhadapan sendiri dengan kepala sekolah di ruang kantor. Ingin tau apa penyebab dari keributan ini.
"Bukankah itu perbuatan yang buruk?! Seharusnya kau menghargai gurumu". Lanjut sang kepala sekolah yang sampai saat ini tak di beri jawaban oleh Lee know.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Lee know tak berkutik, tatapan kosong menghadap dinding. Matanya memerah dan berkaca kaca.
"Lee know jawab aku! Ini mungkin tidak menyenangkan bagimu, tapi kau harus menjelaskan nya. Ayolah Lee know sebelum guru-guru lain melaporkan mu pada polisi".
"Laporkan saja!.. laporkan saja aku.. aku memang pantas tinggal di balik jeruji besi".
"..ah..emm bukan begitu Lee know, kau anak yang baik. Tidak mungkin kau melakukan hal ini tanpa sebab. Pasti ada sesuatu yang mengganjal di hati mu".
"Bagaimana bisa seorang guru langsung menghukum anak muridnya tanpa tau apa yang terjadi pada muridnya itu. Ibuku bunuh diri beberapa Minggu yang lalu, batinku sangat remuk.. walaupun kini aku tinggal bersama orang tua kandung, mana mungkin bisa aku melupakan wajah dan segala kenangan darinya. Aku butuh waktu yang lama untuk bisa membiasakan hidup yang baru bagiku. Tapi kenapa guru itu tidak pernah tau apa yang terjadi pada muridnya, ia hanya mementingkan dirinya sendiri". Jelas Lee know yang tak tahan atas emosi nya.. ia menangis ketika menceritakan hal itu. Ingatan yang kuat membuat Lee know sulit menjalani hidup baru.
"Emm baiklah aku mengerti, hati yang sangat terluka. Kau anak yang kuat, aku tau itu. Kejadian yang bahakan membuat orang lain juga tidak menyangka bahwa ini semua terjadi pada mu.. tenanglah Lee know.. banyak orang yang menyayangi mu termasuk aku sendiri. Aku harap.. kau tidak melakukan hal buruk itu lagi. Murid yang sangat baik seperti mu tidak akan berubah dengan perilaku yang buruk.. Kembali lah ke kelas, tenangkan hatimu..".
Lee know beranjak dari duduknya, dan melangkah ke luar. Siapa yang akan menghakimi seorang anak yang di tinggalkan? Lagi pula ada alasan lain dari itu.
Ternyata Ayiene menunggu di depan ruang kepala sekolah, ia khawatir akan terjadi suatu hal pada saudara nya itu. Entah di laporkan pada polisi atau di keluarkan dari sekolah ini.
"Kenapa kau berdiri di sini?". Tanya Lee know pada Ayiene ketika berpapasan.
"A.. aku menunggu mu,, apa yang terjadi? Apa kau..".
"Sudahlah jangan khawatir.. aku tidak apa-apa".
"Tapi kau tadi memukuli guru".
"Haha,, dia harus merasakan sakit pada perut nya, lalu akan merasakan sakit di kehidupan ini, ayo Kembali ke kelas".
Lee know menggenggam tangan Sang adik menuju kelas. Benar.. tak ada yang perlu dikhawatirkan, Lee know hanya meluapkan emosi dan memberikan pelajaran pada si guru.