Bangchan dan Lee know turun dari bus sekolah. Mereka memasuki gerbang sekolah menuju kelas. Terlihat Lee know memegang setumpuk surat undangan bewarna coklat tua berukuran sedang, dan sebagian suratnya di pegang oleh Bangchan.
Undangan itu milik Lee know yang akan berulang tahun besok, tentu ia merasa senang hari ini.
Mereka melewati tangga karena kelas mereka berada di atas lantai 3.
"Ah aku tidak sabar untuk hari besok Bangchan". Ujar Lee know dengan raut wajah ceria.
"Aku turut senang Lee know, umur mu bertambah juga haha".
"Kau ini".
"O iya aku penasaran siapa saja yang akan hadir di pestamu nanti".
"Kau penasaran? Aku tidak mau mengundang orang-orang yang suka mengejarku haha, aku takut pada mereka. Tapi pastinya aku akan mengundang teman sekelas kita lalu Ayiene, Daisy, Joan-ui, Enggie,dan Daelala. Karena kau tau kelas mereka itu sangat normal tidak seperti murid lainnya. Aku juga mengundang teman-temanku dari luar sekolah yang akan meramaikan pesta nya".
"Jika kau mengundang murid-murid agresif maka pesta mu akan hancur".
"Tentu saja, itu sebabnya aku tidak mau".
Mereka sampai pada kelas, semua teman sekelasnya sudah berada di dalam kelas dan sibuk pada kegiatan masing-masing.
"Selamat pagi semua, mohon perhatiannya semua". Lee know langsung mengambil alih suasana kelas.
"Ada apa". Tanya Jeongin cengengesan.
"Aishh, jangan tunjukkan wajah begitu. Aku tidak bisa melihatnya hati ku melemah". Seru Lee know yang membuat suasana kelas penuh tawa geli. "Jadi begini, aku hendak mengundang kalian semua pada acara ulang tahun ku besok. Aku mengharapkan kalian semua datang". Lanjutnya.
"Ahh apakah aku harus menggunakan gaun atau jas berwarna hitam?". Eeyliez yang duduk di meja membuat raut wajah Lee know bingung.
"Pertanyaan macam apa itu? Jika kau permpuan gunakan saja gaun. Kau pikir kau laki-laki".
"Kau tau Lee know Hyunjin lebih cantik dari pada Eeyliez, aku rasa Hyunjin harus menggunakan gaun dan Eeyliez menggunakan jas". Suara itu dari bibir Jisung yang tidak terlihat, entah di mana dia.
"Jisung? Kau di mana?".
"Aku disini!".
"Aku tidak melihat mu".
"Bodoh! Kau tidak melihat ku di sini ha, disini di meja guru. Tolong aku seragam ku tersangkut pada baut meja ini". Ternyata ia berada di bawah kolong meja.
"Ya Tuhan.. sedang apa kau di situ Jisung!".
"Aku tadi bersembunyi, jadi baju ku tersangkut. Ahhh cepatlah nanti bajuku sobek aku tidak mau".
Lee know membantu Jisung tersangkut. Dan yang lain hanya menertawakan mereka berdua yang tengah berusaha agar seragam milik Jisung tetap aman tanpa lecet sedikit pun ya walaupun tentu saja sangkutan itu akan membuat lubang kecil pada seragam sekolah Jisung.
Haha Jisung memang konyol bukan?.
Jisung juga salah satu teman sekelas Bangchan yang penuh kekonyolan namun jangan salah dia juga incaran para murid sekolah. Kalian tau? Jisung menyukai salah satu murid perempuan di sekolahnya. Ia sudah lama menyukai gadis itu namun tidak berani mengutarakannya.
Jisung kau harus punya keberanian mengutarakan hati mu pada gadis itu seperti Felix yang mengutarakan cintanya pada Daisy, urusan di terima atau tidak itu belakangan. Kau bisa berusaha lagi bukan jangan sampai gadis itu di rebut orang lain haha.
***
Bel istirahat berbunyi, tanda semua murid-murid harus mengistirahatkan otak mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Always there
Ficção Adolescenteseorang gadis bertemu dengan Delapan remaja laki-laki ketika ia pindah sekolah. Membuat kehidupannya berubah. Berteman dengan mereka bukanlah hal yang mudah. Ia harus merasakan - Pembullyan - kekerasan - ancaman karena delapan remaja itu adalah in...
