5. Kenalan Baru

138 10 1
                                        

Happy Reading

Saat ini aku sedang berada di perpustakaan kampus. Niatnya sih mau mencari buku referensi untuk tugas. Maklum saja sebentar lagi akan ada Ujian Tengah Semester Genap, dan aku sekarang sudah semester 2.

Aku mengelilingi rak-rak untuk mencari buku yang ku cari. Tiba-tiba ada yang menyapaku dibalik rak tersebut. Seorang laki-laki berwajah tampan. Eaaaaa

"Cari apa?" tanya laki-laki itu.

Siapa ya, kok nggak terlalu asing. Tapi aku lupa siapa laki-laki itu. Sejenak aku mencari nama laki-laki itu tapi hasilnya nihil. Otakku tidak bisa diajak berpikir untuk saat ini.

"Kok diam? Lupa ya?" tanyanya lagi.

Aku hanya tersipu malu. Jujur malu diriku kalau disapa tapi lupa nama si penyapanya. Hehehehe

"Aku Calon Presiden BEM Fakultas Hukum. Kamu kan yang dulu datang sama Chandra anak Manajemen kan?" tanyanya lagi.

Aku mengangguk.

"Maaf ya Mas, aku lupa. Hehehehe," balasku.

"Iya nggak apa-apa. Btw kamu lagi cari buku apa?" tanyanya.

"Cari buku Makro Ekonomi. Ada tugas buat persiapan UTS. Kamu kok disini sih Mas?" tanyaku.

Memang kampusku ini terbagi menjadi tiga tempat lokasi, tetapi masih dalam satu kota.

"Kan Fakultas Hukum kampusnya disini, kamu anak FEB apa?" balasnya.

"Aku Akuntansi, yaudah yuk duduk aja disana. Nggak enak ngobrol sambil berdiri," ujarku sambil terkekeh.

Aku dan Mas yang belum aku ketahui namanya itu langsung duduk di gazebo perpustakaan. Sebelumnya aku mengurus peminjaman buku yang ku cari tadi.

"Udah nemu bukunya?" tanya Mas itu.

"Udah Mas," balasku.

"Eh sejak pertama kita ketemu kayaknya belum pernah kenalan ya?" tanyanya.

Aku mengangguk dan tersenyum, "Iya ya, kita udah ngobrol akrab kayak gini tapi nggak tahu namanya,"

"Kenalin, namaku Pramudya Ar Rozi biasa dipanggil Pram atau Ganteng. Anak Hukum semester 6," ujarnya sambil mengulurkan tangan.

"Hahahhahahaha harus formal banget gitu ya? Kita kan nggak lagi di forum Mas," balasku sambil membalas uluran tangannya.

"Maaf deh, terbawa pas perkenalan di BEM. Jadinya kayak gini deh kebawa kemana-mana," balasnya sambil terkekeh.

"Aku kira kamu tuh orangnya cool, tapi kok ternyata kocak gini ya, jauh banget dari penampilan kamu," ujarku yang terus tertawa.

Kami terus menertawakan hal yang sebenarnya sepele. Tapi seru sih orangnya, gampang akrab juga.

"Terus nama kamu siapa? Masa iya aku manggilnya "Cewek yang datang sama Chandra", panjang amat itu dan pasti diomelin guru Bahasa Indonesia karena nggak efektif kalimatnya," ujarnya.

"Iya iya, kenalin namaku Navya Putri anak Akuntansi semester 2," balasku sambil mengulurkan tangan.

"Navya, nama yang cantik. Kayak orangnya," celetuk Mas Pram.

"Bisa aja sih," balasku.

"Beneran kok, aku nggak lagi gombal lho," elaknya.

Entah kenapa rasanya berbeda dengan saat aku dekat Mas Chandra. Saat Mas Chandra menggombaliku, rasanya jantung ini berdebar begitu kencang. Tapi kenapa saat Mas Pram yang mengatakan kalimat yang sama rasanya biasa aja. Apa karena aku dan Mas Pram baru bertemu dua kali?

Cinta Simpul Mati 2 Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang