17. Kamu Aneh, Aku Bingung

145 13 1
                                        

Apa sih yang sebenarnya kamu inginkan? Katakan sama aku biar aku bisa mengambil langkah untuk menjauh atau mendekat

~Navya ke Chandra~





Happy Reading

"Kamu itu masih pacarku!! Jangan coba-coba tebar pesona sama laki-laki lain!!" bentaknya

Setelah acara duet tadi, aku yang sedang mengambil makanan tiba-tiba ditarik ke tempat yang agak sepi. Memang lapangan ini udah di desain biar bisa untuk makan juga.

"Kamu kenapa sih? Tarik-tarik aku kesini, Kurang kerjaan kamu?" tanyaku balik.

Jujur aku agak risih kalau ditatap Chandra se intens ini. Tapi aku tak boleh goyah, aku harus menjadi Navya yang kuat diterpa badai apapun. Tatapannya tak lantas mengalahkan keteguhan hatiku. Rasa kecewa itu terlalu besar dan sulit dilupakan.

"Kamu tahu kalau kita.......,"

"Kita udah nggak ada hubungan apapun. Aku bukan pacar kamu lagi. Anggap aja kita nggak pernah kenal sebelumnya. Aku mau lupakan semua yang berhubungan dengan kamu. Aku bisa bahagia tanpa kamu," potongku.

Sebenarnya apa sih maunya? Kenapa seolah-olah dia merasa kami masih pacaran. Udah berulang kali aku menegaskan kalau aku dan dia udah nggak ada hubungan apapun. Memang aku tak menyesal pernah menjalin hubungan dengannya, hanya saja aku sudah tak ingin menambah luka di hati. Bersamanya hanya akan mengingatkanku betapa keji perbuatannya kepadaku.

"Yakin kamu bisa bahagia tanpa aku? Kalau iya, kenapa kamu nggak terima Pramudya jadi pacar? Kamu masih terbayang-bayang sama aku kan? Bilang aja kamu nggak bisa moveon dariku," ujarnya mengejek.

Aku tersenyum miring, "Bisa aja kalau aku mau terima Mas Pram. Tapi nggak aku lakukan karena aku nggak mau jadi kayak kamu yang suka mempermainkan perasaan orang," balasku telak.

Dan terbukti dengan diamnya Chandra. Andai saja dia tahu apa yang aku rasakan sekarang. Ada benarnya juga ucapannya tadi. Apa aku bisa bahagia bersama orang lain kalau hatiku saja masih terikat kuat kepadanya.

"Kalian ngapain berduaan disini?" ujar Reyna yang tiba-tiba muncul dari belakangku.

Aku dan Chandra sama-sama terkejut. Mas Rendra, pacarnya Reyna memang tahu tentang hubunganku dengan Chandra tapi tidak untuk Reyna. Dia tak tahu sama sekali tentang itu. Aku melarang Mas Rendra bilang yang sebenarnya kepada Reyna. Aku tak mau banyak yang tahu tentang aku dan Chandra.

"A....aku mau ke toilet.....iya ke toilet. Nggak sengaja ketemu Mas....Chandra disini," ujarku gelagapan.

"Ya......yaudah aku kesana dulu," timpal Chandra yang juga ikut tegang.

Beruntung Reyna tak menanyakan lebih lanjut. Aku belum siap untuk menjelaskan tentang aku dan laki-laki itu. Karena aku berusaha mengubur semua kenangan tentangnya.

***

Setelah kejadian itu, aku dan Chandra menjadi dua orang asing yang tak saling mengenal. Kami hanya akan bertemu di sekretariat BEM Universitas atau Fakultas saat ada rapat. Lengsernya Mas Pram, membuat Chandra naik menjadi Presiden Mahasiswa. Sedangkan aku masih dipercaya menjadi sekretaris. Gilaaaa dua periode jadi sekretaris mulu. Tapi nggak apa sih, kalau kita mengerjakan sesuatu dengan senang hati pasti nggak akan terasa berat.

Memang untuk beberapa bulan terakhir ini banyak sekali agenda-agenda kegiatan yang akan kami laksanakan. Kampus bagaikan rumah kedua bagiku. Karena aku lebih banyak menghabiskan waktu di kampus daripada di rumah. Beruntung kedua orangtuaku mendukung sepenuhnya diriku yang sibuk dengan organisasi asal tak mengganggu kuliahku. Dan alhamdulillah perkuliahanku tak terganggu sama sekali.

Cinta Simpul Mati 2 Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang