36. Hati ke Hati bersama Gendhis

116 11 0
                                        

Tapi perlu kamu tahu Nav, Mas Chandra itu sayang banget sama kamu

~Gendhis~


Happy Reading

"Nanti Chandra kesini nggak Nav?" tanya Papa.

Setelah 3 hari dirawat, alhamdulillah aku sudah diperbolehkan pulang.

"Nggak kayaknya Pa, soalnya kemarin dia bilang mau dinas ke luar kota," jawabku.

Papa memang sudah tidak mempermasalahkan Mas Chandra lagi. Tapi aku yang kembali bermasalah karena dia tiba-tiba menghilang begitu saja tanpa memberi kabar sama sekali. Kemarin aja bilangnya mau memperjuangkan, tapi kenyataannya malah menghilang.

"Ohh yaudah,"

Mas Chandra menghilang, tapi kenapa yang datang malah Mas Pram. Dari pagi Mas Pram sudah siap untuk membantuku pulang. Kenapa Mas Pram terus menerus memberiku perhatian? Padahal hatiku suda tertutup rapat untuknya.

"Kamu nggak ada acara lain emangnya Mas?" tanyaku kepada Mas Pram.

"Nggak sih, Minggu ini lagi nggak ada kerjaan atau kegiatan apapun. Kenapa emangnya?" balasnya.

"Nggak apa-apa kok. Makasih udah ikut jemput aku," ujarku.

"Kamu nggak nyaman ya?" tanyanya.

"Bukan nggak nyaman, cuma aku nggak enak hati sama gadis yang mau kamu perjuangkan itu," jelasku.

"Kalau orang itu adalah kamu, gimana?" tanyanya lagi.

"Nggak usah bercanda kali Mas. Udah berulang kali juga aku jelaskan ke kamu," ujarku.

"Hahahaha iya iya,"

"Emangnya gadis itu asalnya mana Mas?" tanyaku kepo.

"Dari Surabaya, tapi sekarang lagi kerja di Malang. Dulu satu kampus juga sama kita," jawabnya.

Kenapa aku jadi mikir kalau aku juga mengenal orang yang dimaksud Mas Pram itu ya? Kita tunggu aja apa benar orang itu sama seperti yang aku pikirkan sekarang.

"Aku kenal?" tanyaku yang dianggukinya.

Nahh kann, tinggal tunggu tanggal mainnya aja. Hehehehe

***

Alhamdulillah hari ini aku mulai bekerja lagi. Alhamdulillah juga Papa masih mengizinkanku untuk kerja di perusahaan itu. Dan tanggung jawabku menjadi lebih besar karena atasanku sedang dinas ke luar kota.

"Permisi Bu Sekretaris," ujar seseorang wanita.

Aku menoleh dan ternyata wanita itu adalah Gendhis.

"Haiiii," sapaku.

Kami berdua pun berpelukan layaknya teman yang sudah lama tak berjumpa.

"Mau ada urusan apa Ndhis?" tanyaku.

"Cari Pak Manajer, ada nggak?" tanyanya balik.

"Dia lagi dinas ke Malang," jawabku.

"Dinas? Malang?" tanyanya seperti tak percaya.

"Iya,"

"Bukannya dia berencana buat cuti ya? Kemarin lusa dia bilang ke aku katanya mau ke Balikpapan. Kan ada saudaranya yang tinggal disana, katanya mau menenangkan pikiran dulu," ujar Gendhis.

Jujur aku terkejut. Kenapa harus berbohong lagi? Langsung saja aku cek agendanya selama satu bulan. Ternyata benar, dinas ke Malang masih satu bulan kemudian dan itu pun harus denganku. Pantas saja dia bilang aku akan menyusulnya ke Malang tapi tidak dalam waktu dekat.

Cinta Simpul Mati 2 Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang