Cinta butuh perjuangan
~Chandra Abimanyu~
Happy Reading
Chandra POV
Hancur
Satu kata yang menggambarkan keadaanku sekarang. Semuanya hancur karena ulahku sendiri. Aku kehilangan semua yang aku miliki. Kehilangan cinta juga keluarga.
Apa yang aku katakan kepada Navya di bis dan di pernikahan Mas Hendra dulu bukan hanya sekadar omong kosong. Aku ingin memperbaiki hubunganku dengan Navya yang terlanjur rusak parah. Sudah cukup aku menyakiti perasaannya. Karena aku juga merasakan sakit, sama seperti yang dirasakan gadis itu. Memang aneh, aku sendiri yang membuatnya sakit hati, tapi aku juga yang merasakan sakit hati itu. Aku ingin mengajak Navya kembali seperti dulu. Kembali menjalin hubungan yang lebih serius.
Tapi harapan tinggallah harapan yang tak akan pernah bisa menjadi kenyataan. Ibarat nasi telah menjadi bubur, Navya sudah tak terjangkau olehku. Selama satu tahun belakangan ini aku mencoba introspeksi diri dan membenahi diriku sebelum mengajak Navya balikan. Tapi semua itu sudah terlambat. Navya pergi jauh meninggalkanku. Aku sudah mencarinya kemana-mana hingga semua teman-temannya aku tanya apa mereka tahu keberadaan Navya, tapi hasilnya nihil. Mungkin dia yang menutup diri dari teman-temannya atau dia memang sengaja berkonspirasi dengan mereka? Entahlah.
Mau tak mau aku harus ke rumah gadis itu untuk menanyakan sendiri kepada orangtuanya. Bukan jawaban yang aku dapat, tapi pukulan bertubi-tubi dan caci maki. Aku terpaksa menceritakan semua masalahku dengan Navya kepada Papa dan Mamanya. Aku tak mau ada kebohongan lagi. Aku siap dengan konsekuensi apapun asal aku tahu dimana keberadaan Navya. Tapi hanya tangan kosong yang aku bawa pulang.
"Mas, aku mohon kasih tahu aku. Aku cuma mau memastikan dimana keberadaan Navya. Itu aja, aku nggak akan aneh-aneh sama Navya," ujarku kepada Mas Pram.
Saat ini aku sedang ketemuan dengan Mas Pram. Mungkin aku bisa mendapat informasi dari Mas Pram, mengingat dia yang paling dekat saat ini sama Navya.
"Sumpah Ndra, aku juga nggak tahu dimana Navya sekarang. Semua akses komunikasi, dia tutup. Aku juga kehilangan jejaknya," balas Mas Pram yang terlihat khawatir.
Aku tahu Mas Pram mencintai Navya. Tapi aku juga akan berjuang untuk gadis yang aku cintai itu. Cinta butuh perjuangan. Aku berusaha mencarinya sampai ke sudut kota. Tak peduli rasa sakit akibat tonjokkan Papa Navya, yang penting aku bisa menemukan gadis itu.
Tapi semuanya nihil. Aku pulang dengan tangan kosong. Dan sesampainya di rumah, tiba-tiba......
Bugh
Bugh
Bugh
Aku langsung mendapat pukulan dari Bapak. Sepertinya aku tahu apa yang membuat Bapak semarah ini. Apa Papanya Navya sudah menceritakan kejadian itu?
"Bapak kenapa?" tanyaku sambil menampik pukulan maut Bapak.
"Kamu masih tanya kenapa? Bapak ajarin kamu biar jadi laki-laki yang berguna. Bukan jadi laki-laki brengsek yang udah melukai perasaan anak gadis Bapak," ujar Bapak emosi.
Memang Bapak sudah menganggap Navya sebagai putrinya sendiri. Bisa dibilang kalau Bapak lebih dekat dengan Navya daripada sama aku yang notabene anak kandungnya.
Aku berusaha minta maaf dan memohon di kaki Bapak. Tapi Bapak malah menendangku menjauh tepat di wajahku yang sudah babak belur sampai tak terasa darah keluar dari hidungku. Aku sudah tidak punya tenaga lagi untuk melawan. Tenagaku habis untuk menangkis pukulan Papa Navya. Karena aku memang tak melawan pukulan-pukulan itu. Aku menerima semua konsekuensinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Simpul Mati 2
General FictionCinta Orang bilang cinta itu indah, penuh suka cita, membuat siapapun yang merasakannya akan melakukan apapun demi cinta mereka. Namun terkadang, mereka tak menyadari adanya kepalsuan dalam cinta. Sejatinya kita tak pernah tahu apa yang sedang ora...
